Selama di Kroasia, Indonesia sudah melakoni enam kali laga uji coba, yakni melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), serta dua kali melawan Qatar (2-1 dan 1-1), dan Bosnia Herzegovina (0-1).
Dari seluruh laga uji coba yang dilalui David Maulana dkk, Indonesia mampu mencetak tujuh gol dan 16 kali kebobolan. Total ada satu kemenangan, dua kali imbang dan tiga kekalahan.
Pelatih Indonesia U-19 Shin Tae-yong, menyebut para pemainnya sudah berkembang saat menghadapi pemain yang berpostur tinggi dan besar. Karena itu pria asal Korea Selatan itu optimistis pemainnya bisa hadapi postur tinggi para pemain Dinamo Zagreb.
"Seperti biasa kami ingin terus melihat perkembangan pemain pada laga uji coba melawan Dinamo Zagreb," ucap Shin Tae-yong, dikutip dari laman resmi PSSI "Mereka pasti unggul di postur tubuh dibanding kami, tetapi pemain sudah menunjukkan perkembangan yang bagus bila bermain melawan dengan postur yang lebih tinggi dan besar," kata Shin Tae-yong lagi.
Sementara itu, pemain tengah Beckham Putra mengatakan siap bermain menghadapi Dinamo Zagreb. Saat ini dirinya mengaku dalam kondisi prima apalagi usai diistirahatkan pelatih saat laga uji coba sebelumnya melawan Bosnia Herzegovina.
"Kami akan berjuang keras menampilkan permainan yang apik melawan Dinamo Zagreb. Hampir sebulan sudah kami menjalani TC di Kroasia, kami berharap besok mendapatkan hasil yang terbaik," kata pemain asal Persib Bandung tersebut.
Setelah menjalani rangkaian pemusatan latihan di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 bertolak ke Turki pada 2 Oktober 2020. PSSI saat ini masih berkoordinasi dengan Asosiasi Sepakbola Turki (TFF) mengenai kemungkinan digelarnya mini turnamen disana.
PSSI juga terus berkomunikasi dengan Asosiasi Sepak Bola Uni Emirat Arab (UAEFA), Federasi Sepak Bola Iran (F.F.I.R.I), dan Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) agar bersedia mengikuti turnamen di Turki bersama Timnas Indonesia U-19. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dikutip korankaltim.com dari berbagai sumber.