Bosnia berhasil membobol gawang Indonesia. Eksekusi tendangan bebas Ivan Basic gagal disapu dan membentur Komang Arta Wiguna sehingga bola masuk ke dalam gawang Erlangga, skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Dibabak kedua Shin Tae-yong melakukan banyak pergantian pemain. Pelatih asal Korea Selatan itu memasukkan nama-nama seperti Witan Sulaiman, Bagas Kaffa, Pratama Arhan, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar, dan Rizky Ridho.
Perubahan tersebut mulai terasa di awal-awal babak kedua, organisasi permainan timnas U-19 semakin baik sehingga mampu memberikan tekanan kepada Bosnia. Bahkan, serangan yang dibuat timnas U-19 membuat Bosnia kerap melakukan kesalahan.
Puncaknya, salah satu bek Bosnia, Amar Dirna harus di kartu merah wasit pada menit ke=72 setelah menyikut Irfan Jauhari. Meski unggul jumlah pemain di lapangan, serangan yang dibangun timnas U-19 belum berhasil membuat skor menjadi imbang.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada lagi gol yang tercipta. Timnas U-19 dipaksa menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bosnia Herzegovina.
Kekalahan dalam laga uji coba keenam di Kroasia ini membuat Shin Tae-yong kembali melakukan evaluasi.
"Memang kami kalah tetapi pemain sudah bekerja keras. Babak pertama kami akui permainan berbeda dengan babak kedua," kata Shin Tae-yong dilansir situs resmi PSSI.
Tae-yong berharap Timnas U-19 bisa segera bangkit. Masih ada satu laga lagi uji coba di Kroasia. Yakni menghadapi klub Kroasia Dinamo Zagreb, Senin 28 September 2020.
"Kami masih banyak PR yang harus diselesaikan. Untuk pertandingan selanjutnya kami ingin pemain dapat berkembang semakin baik lagi," ungkap pelatih asal Korea Selatan tersebut. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Sabtu 26 September 2020 dengan judul Evaluasi Shin Tae-yong Usai Timnas U-19 Ditekuk Bosnia