"Terima kasih atas semua jerih payah coach selama ini di Indonesia. Walau mungkin kelihatan tegas, tapi memang niat hati sangat baik. Orang baik seperti Opa pasti punya tempat yang baik di surga," demikian keterangan di foto yang diunggah Boaz di Instagram.
Sementara itu, Bambang Pamungkas menuliskan keterangan panjang di unggahan mengenai kepergian Riedl di Instagram. Ia mengenang Alfred sebagai sosok yang tegas, solid, dan selalu menilai segala sesuatu dengan adil. Ia juga belajar mengenai etos kerja dan profesionalisme dari Riedl.
"Terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan bagi sepak bola Indonesia. Doa terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan," tulis BP.
Riedl tercatat tiga kali menjabat pelatih skuad Garuda. Selama masa tersebut, Riedl dua kali mengantar tim Merah Putih ke final Piala AFF, yakni edisi 2010 dan 2016. Meski gagal mempersembahkan gelar, masyarakat Indonesia begitu antusias menyaksikan penampilan timnas di bawah arahan Riedl.
Sebelum Indonesia, Riedl sempat menangani timnas Laos dan Vietnam. Di kedua negera tersebut, Riedl terbilang sukses. Usai menangani Indonesia, Riedl berkesempatan menjajal kompetisi Liga 1 dengan menangani Persebaya Surabaya. Namun, atas alasan kesehatan, Riedl batal menangani Bajul Ijo.
Rekan Riedl asal Austria, Wolfgang Pikal, sangat terpukul dengan kepergian kompatriotnya. Saat Riedl menangani pasukan Garuda, Pikal selalu menjadi asistennya. "Coach Alfred teman dan mentor saya. Terima kasih telah berbagi ilmu dan pengetahuan sepakbola dengan saya. Serta persahabatan yang terjalin," kata sosok yang pada 2019 lalu menjadi caretaker Persebaya itu.
Ia menilai Riedl pribadi yang jujur, lurus, dan terkadang lucu. Menurut pikal, sahabatnya itu selalu menerima masukan dari para staff. "Coach Alfred manusia hebat. RIP," demikian tulisan lain dalam pesan yang dikirim Pikal.
Masalah kesehatan Riedl mulai tercium di tahun 2006 lalu, ketika dia dikabarkan rutin melakukan cuci darah 3 kali seminggu karena ginjalnya tidak berfungsi. Kabar itu diiringi dengan niatannya melakukan cangkok ginjal. Dia juga sempat beristirahat dari dunia kepelatihan usai kontraknya di Timnas Indonesia habis pada 2016 silam lantaran kondisi kesehatannya menurun. Pada 2019, Riedl menderita penyakit jantung akut dan sempat menjalani operasi. Kabarnya, hal itu juga yang menyebabkannya gagal melatih Persebaya Surabaya di tahun yang sama.
Sebagai pelatih, Riedl disebut memiliki sejumlah pemain kesayangan. Termasuk di Timnas Indonesia.
Buktinya, ada tiga pemain yang tak pernah absen membela Skuad Garuda di era Riedl. Mereka adalah Kurnia Meiga, Zulham Zamrun, dan Ferdinand Sinaga.
Riedl tercatat pernah melatih enam tim nasional termasuk Indonesia dan Austria. Ia pernah menjadi arsitek timnas Liechtensten, Vietnam, Palestina, Laos, dan meski belum pernah mengantarkan negara-negara itu meraih prestasi tertinggi, nama Riedl cukup harum di Asia. Selain Indonesia, Vietnam mungkin juga menjadi salah satu negara yang paling memberi kesan untuk Riedl. Pasalnya 13 tahun silam ia mendapat ginjal hasil donor dari salah seorang penggemarnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dikutip korankaltim.com dari berbagai sumber hari Rabu 9 September 2020