Madura United diprediksi bakal menampung pemain asal Brasil. Lewat Twitter resminya, MU sudah memberi kisi-kisi dengan menyebut akan ada pemain muda yang gabung latihan sebagai proyeksi masuk ke Timnas Indonesia U-19.
Hal itu dilakukan lantaran ada regulasi baru yang dikeluarkan operator kompetisi (LIB) dan PSSI. Setiap klub Liga 1 wajib memasukkan dua nama di bawah 20 tahun dalam Daftar Susunan Pemain (DSP).
Dari situlah muncul isu akan adanya invasi pemain Brasil di Indonesia. Pasalnya, tujuan regulasi pemain U-20 mendukung lahir dan terasahnya bakat-bakat muda untuk membela Timnas U-19 dan U-20.
Timnas U-19 yang menjadi cikal akan lebih dulu tampil pada Piala Asia U-19 tahun ini, setelah itu baru tampil di Piala Dunia U-20.
Rumor ini pun menjadi perbincangan hangat publik sepakbola nasional. Bahkan, pelaku sepakbola Tanah Air juga ikut memberikan respons. Salah satunya adalah pelatih Persib Bandung, Robert Albert.
Namun, pelatih asal Belanda tersebut sepertinya tidak setuju dengan kemungkinan-kemungkinan itu dengan menganggapnya sebagai lelucoun. "Apakah ini lelucon," tulis Albert di kolom komentar salah satu akun instagram sepakbola nasional seperti dikutip korankaltim.com dari viva.co.id.
Bukan cuma tanggapan dari Robert, kapten Borneo FC, Diego Michiels ikut bersuara. Sama dengan Robert, tanggapannya menjurus tak setuju.
Bahkan, bek 30 tahun itu menduga lima pemain Brasil yang akan dinaturalisasi adalah permainan agen. "Agen yang main ini," tulis Diego sembari memberikan emoji tertawa.
Sementara Presiden Persija, Mohamad Prapanca mengatakan, kedua pemain Brasil tersebut masih dalam tahap penilaian. Jika mereka memiliki kualitas bagus, ada peluang direkrut. “Melihat perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi, maka kami memutuskan untuk mencoba menambah amunisi pemain asing untuk melengkapi komposisi tim," ujar Panca, dikutip dari laman resmi klub.
"Apakah kita pakai semua, atau salah satu saja, tentu tergantung dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan dari tim,” imbuhnya.
Sementara pelatih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini menyindir PSSI terkait masalah ini.
"Jika memang PSSI sudah kehilangan rasa percaya dirinya terhadap para pemain lokal, serahkan saja status tuan rumah Piala Dunia U-20 kepada negara lain," tulis Fakhri di Instagram setelah banyak wartawan meminta pendapatnya.
Fakhri Husaini kecewa berat dengan kabar tersebut. Pelatih kelahiran Aceh tersebut memang keras menolak menggunakan pemain naturalisasi saat masih menjadi menjadi juru taktik Timnas U-19.
Hal itu juga sudah ditegaskan berkali-kali saat Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Saat itu Fakhri menyebut bahwa pemain lokal harus tampil di ajang tersebut demi kebaikan sepakbola Indonesia sendiri.
"Percaya sama anak putra asli Indonesia. Menggantungkan nasib sepakbola ini kepada pemain-pemain naturalisasi itu tidak harus menjadi prioritas," kata Fakhri pada Bulan Juni lalu.
"Bahwa pemain-pemain kita untuk usia muda U-19 dan U-20, saya yakin masih sanggup untuk menghadapi tim manapun juga," ujarnya.
Sayang sikap nasionalis Fakhri Husaini tak sejalan dengan PSSI. Federasi sepakbola Indonesia pun tak memperpanjang kontrak eks pemain Pupuk Kaltim dan jabatan pelatih Timnas U-19 kini dipercayakan ke Shin Tae-yong yang juga menangani Timnas U-23 dan Timnas senior. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Kamis 20 Agustus 2020 dengan judul
Heboh Timnas U-19 Naturalisasi Pemain Brasil, Lelucon dan Mainan Agen