“Apakah ada tekanan? Tentu ada. Tapi kami sekarang sedang menikmati posisi ini, dan berusaha mempertahankannya. Kami sudah bekerja keras untuk mendapatkan posisi ini. Untuk mengejar Bali [United], sudah sangat sulit,” imbuhnya
Posisi itu juga membuat Borneo FC kini menjadi sasaran untuk dikalahkan. Apalagi lawan yang mereka hadapi juga sedang berjuang melepaskan diri dari ancaman degradasi. Gomez menilai dua pemain asing Persela, Alex Dos Santos Goncalves dan Rafael 'Rafinha' Gomes De Oliviera bisa memberikan ancaman serius.
“Di putaran pertama lalu saya lihat Alex dan Rafinha bermain sangat bagus dan berbahaya. Tapi kami tetap mewaspadai seluruh pemain Persela. Mereka tentu tidak ingin kalah, karena sedang berada di posisi sulit di klasemen,” kata Gomez seperti diwartakan goal.com.
Di lain sisi, pelatih Persela Nilmaizar menyatakan, pertandingan melawan Borneo FC diperkirakan bakal berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama ingin mendulang kemenangan dengan alasan berbeda. Borneo FC berusaha mempertahankan dua besar, sedangkan Persela ingin lepas dari ancaman degradasi.
“Borneo sedang on fire, dan mereka berada di urutan kedua. Itu membuka peluang mereka ke kompetisi Asia. Peringkat dua dan tiga ini bersaing ketat. Ini pertandingan yang luar biasa untuk Persela. Kami dalam kondisi fit, dan mudah-mudahan bisa mendapat hasil terbaik,” imbuh Nil.
Mantan arsitek Semen Padang ini juga menegaskan, pemain tidak terpengaruh dengan sanksi komite disiplin (Komdis) PSSI yang membuat Persela tak bisa mendapat dukungan dari suporter hingga akhir musim. “Di sepakbola, semakin dekat tujuan, rintangan akan semakin banyak. Ini menjadi warna perjalanan Persela dalam mencapai tujuan untuk tetap di Liga 1. Dengan adanya beberapa sanksi, saya rasa mental pemain tidak terlalu terpengaruh,” tegas Nil. (*)