Jika dalam kondisi normal, tak ada tekanan berat yang akan disandang oleh Timnas Indonesia U-16 jelang laga nanti. Mereka sudah pernah bertemu Filipina di Piala AFF U-16 pada Agustus lalu. Tim Merah Putih ketika itu menang 0-4 berkat gol Marselino Ferdinan, Wahyu Drajat, Marcell Januar, dan Alexandro Kamuru. Bagaimanapun, Indonesia tetap diunggulkan saat melawan Filipina.
Namun Bima Sakti menyatakan timnya tetap tidak boleh meremehkan kualitas yang dimiliki oleh sang lawan. “Filipina tim yang bagus dan persiapan mereka jelang babak kualifikasi ini juga bagus. Kami memang sudah bertemu di Piala AFF kemarin namun tidak bisa dijadikan patokan. Kami harus tetap menaruh respek pada lawan kami,” kata sang pelatih dikutip Goal.
Sementara Filipina sadar diri akan peluangnya saat bertemu dengan Indonesia. Jika Bima enggan menjadikan hasil di Piala AFF lalu sebagai patokan, maka sebaliknya dengan Roxy Dorlas selaku pelatih Filipina U-16.
Logika Dorlas cukup masuk akal. Saat di Piala AFF kemarin keduanya bermain di Thailand selaku tuan rumah. Sekarang, Indonesia akan bermain di kandang sendiri yang artinya akan ada banyak dukungan untuk mereka di laga nanti. “Saya rasa Indonesia masih terlalu kuat bagi kami. Bahkan kali ini mungkin akan bertambah kuat karena mereka bermain di hadapan pendukung sendiri. Atmosfer pertandingan saya rasa akan jauh berbeda dibanding pertemuan kami di Piala AFF lalu. Melawan Indonesia, pastinya kami harus lebih disiplin di lini belakang,” ujar Dorlas.
Belum bermain artinya Bima Sakti mendapati kondisi para pemainnya masih dalam keadaan bugar. Tinggal bagaimana sang pelatih mengatur strategi dan memotivasi para pemainnya untuk meraup kemenangan di laga pertama. Sementara itu Filipina kemungkinan besar tak akan banyak mengubah susunan pemain mereka. Kemenangan telak atas Kepulauan Mariana Utara paling tidak akan menambah kepercayaan diri mereka untuk setidaknya menghindari kekalahan dengan skor telak. (*)