“Riedl adalah salah seorang pelatih tersukses tim Merah Putih. Mengantarkan timnas ke final Piala AFF 2016 meski persiapan saat itu sangat mepet. Semasa jadi pemain, Riedl pernah jadi top scorer di kasta tertinggi sepak bola Austria. Dia akan saling melengkapi dengan asisten Bejo Sugiantoro yang dulunya seorang bek," kata mereka lagi seperti diberitakan detiksport.com.
Setelah teken kontrak dengan Persebaya. Riedl memiliki tugas berat. Dia harus mendongkrak posisi Bajul Ijo ke papan atas papan klasemen Liga 1 2019. Saat ini, Persebaya berada di urutan keenam dengan 21 poin dari 15 laga yang dilakoni. Dengan jumlah pertandingan dan poin itu, peringkat Persebaya rawan merosot karena Persipura dan sejumlah tim lain yang ada di bawahnya memiliki pertandingan tunda.
Sejatinya Riedl pernah nyaris mencicipi Liga Indonesia bersama PSM Makassar. Lima tahun lalu, pria 69 tahun itu sempat memutuskan membesut PSM Makassar. Setelah gagal membawa Timnas Indonesia maju ke fase grup Piala AFF 2014, Riedl dipecat PSSI. Tak lama, ia kemudian menerima pinangan Juku Eja menyambut Liga Indonesia 2015. Namun, Riedl mundur sebelum liga dimulai. Ia bermasalah dengan kesehatannya, sehingga tidak bisa kembali ke Indonesia usai menjalani perawatan di Austria. Ia pun akhirnya gagal mencicipi kompetisi Liga Indonesia.
Kini, kesempatan Riedl mencicipi kompetisi Liga Indonesia untuk kali pertama terbuka lebar. Ia akan melatih Persebaya, yang terseok-seok sepanjang putaran pertama Liga 1 2019. Tangan dingin Riedl, yang membawa Timnas Indonesia dua kali menjadi runner up Piala AFF, diharapkan bisa mengangkat performa Persebaya. Kini, raksasa Jawa Timur itu sementara berada di peringkat 6 klasemen Liga 1 2019 dengan raihan 21 poin dari 5 kemenangan, 6 seri, dan 4 kali kalah. (*)