Rabu, 31/12/2025
Rabu, 31/12/2025
(ilustrasi)
Rabu, 31/12/2025

(ilustrasi)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dinamika masa depan menuntut hadirnya sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi diri serta lingkungan di sekitarnya.
Kepemimpinan masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengakselerasi berbagai potensi yang dimiliki, hHal tersebut mencakup kemampuan personal sekaligus kecakapan membangun kolaborasi dengan orang lain.
“Pemimpin ke depan adalah mereka yang mampu mengakselerasi seluruh potensi yang ada, baik pada dirinya maupun di sekitarnya,” kata Agus Rabu (31/12/2025).
Masyarakat saat ini hidup dalam era digitalisasi yang berkembang sangat cepat. Kondisi tersebut menghadirkan peluang besar, namun di saat yang sama juga memunculkan tantangan yang kompleks.
Karena itu, anak muda dituntut untuk memiliki kepekaan dalam membaca situasi, memahami perubahan, serta mampu menangkap peluang yang dapat dikembangkan secara maksimal.
“Karena kita berada di era digital, peluang dan tantangannya harus dipahami dengan baik. Anak muda harus mampu melihat apa saja tantangannya dan bagaimana peluang itu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Peningkatan literasi di berbagai bidang juga sangat penting, perluasan jaringan pergaulan dan professional serta penguatan kompetensi dan keterampilan hidup atau life skill.
Kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar generasi muda tidak tertinggal oleh perubahan yang terjadi begitu cepat.
Keterampilan yang relevan saat ini belum tentu masih dibutuhkan dalam waktu dekat jika tidak diimbangi dengan kemampuan membaca perubahan.
“Kalau tidak mampu memahami dinamika zaman, bisa saja apa yang kita latih hari ini tidak lagi relevan lima atau enam bulan ke depan. Itu menandakan kita belum siap menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Dalam pandangannya, kepemimpinan sejati berawal dari hal yang paling mendasar, yakni moral yang baik dan konsistensi antara ucapan dan tindakan. Integritas dan keteladanan, kata dia, merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap calon pemimpin. “Jika moralnya baik dan perkataan sejalan dengan perbuatan, sebenarnya menjadi pemimpin itu tidak rumit,” ucap Agus lagi.
Politisi PKS itu juga memaparkan filosofi kepemimpinan daerah yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu kejujuran, keteguhan pendirian, keberanian, dan kecerdasan.
Keempat prinsip tersebut dinilai sebagai modal penting dalam membentuk pemimpin yang berkualitas dan dipercaya masyarakat. Selain itu, kemampuan komunikasi yang baik juga disebut sebagai faktor krusial yang tidak dapat dipisahkan dari peran kepemimpinan.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 31/12/2025
(ilustrasi)
TERPOPULER