Jumat, 13/03/2026
Jumat, 13/03/2026
Bendungan Lawe Lawe yang sampai saat ini belum berlanjut proyek pembangunannya. (dokpusaranmedia)
Jumat, 13/03/2026

Bendungan Lawe Lawe yang sampai saat ini belum berlanjut proyek pembangunannya. (dokpusaranmedia)
Penulis : Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menjelaskan perkembangan rencana pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang hingga kini masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah pusat.
Mudyat mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat realisasi proyek tersebut. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Kementerian melalui Balai Wilayah Sungai serta melakukan pembahasan dalam rapat di Gedung Graha Pemuda.
“Kami sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian khususnya Balai Wilayah Sungai, rapat di graha untuk mempertanyakan kelanjutan bendungan Lawe-Lawe,” jelas Mudyat kepada Korankaltim.com Jumat (13/3/2026).
Pemerintah daerah juga telah dua kali melakukan presentasi terkait rencana pembangunan bendungan tersebut di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Kami juga sudah melaksanakan presentasi di Bappenas dua kali terkait bendungan Lawe-Lawe,” sebutnya.
Meski demikian tahun ini pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bendungan lain di wilayah PPU, yakni Bendungan Telake. “Yang pasti Bendungan Telake tahun ini sudah ada anggarannya. Pada tahap awal hampir Rp30 Miliar,” sebut Mudyat.
Sementara untuk Bendungan Lawe-Lawe pemerintah daerah masih terus menjalankan proses koordinasi karena terdapat sejumlah tahapan administratif yang harus diselesaikan.
Kendala utama adalah status aset lahan yang berkaitan dengan badan usaha milik negara (BUMN). “Untuk target Bendungan Lawe-Lawe sambil berjalan, karena memang ada beberapa tahapan. Bendungan itu berkaitan dengan aset BUMN sehingga ada kendala disitu,” jelas Mudyat lagi.
Kalau lahan tersebut bukan merupakan aset BUMN, proses pembangunan kemungkinan dapat berjalan lebih cepat. “Seandainya kemarin bukan aset BUMN, mungkin prosedurnya akan lebih mudah,” tutupnya.
Diketahui Bendungan Lawe-Lawe merupakan proyek strategis yang tertunda, dibangun sejak 2017 dengan tujuan menyediakan air baku 500 liter/detik namun direncanakan dilanjutkan melalui APBN/pusat pada 2026.
Editor : Aspian Nur
Jumat, 13/03/2026
Bendungan Lawe Lawe yang sampai saat ini belum berlanjut proyek pembangunannya. (dokpusaranmedia)
TERPOPULER