Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wacana pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai belum membuat perhatian pemilih menjadi terfokus pada setiap calon.
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wacana pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai belum membuat perhatian pemilih menjadi terfokus pada setiap calon.
Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Saipul Bachtiar mengatakan desain baru masih berpotensi menghadirkan persoalan yang sama seperti sebelumnya.
Menurutnya, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135 membagi pemilu menjadi dua rezim. Pemilu nasional akan memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, serta DPD RI. Sementara, pemilu lokal mencakup pemilihan kepala daerah dan anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.
Salah satu pertimbangan, kata dia yakni mengurangi dominasi perhatian pemilih terhadap pasangan calon presiden seperti yang terjadi pada Pemilu 2024 lalu. Pasalnya, apabila lima jenis pemilihan digelar bersamaan, perhatian pemilih justru cenderung lebih banyak terserap pada kontestasi pemilihan presiden. Namun, ia menilai bahwa persoalan serupa akan tetap berpotensi muncul setelah sistem baru diterapkan.
“Kalau mau memecah atau mengarahkan konsentrasi supaya pilihan pemilih lebih fokus, itu mestinya dipisahkan pemilu anggota legislatif dan pemilu pimpinan eksekutif,” kata Saipul, Selasa (6/10/2026).
Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul itu beranggapan jika pemilu nasional nantinya tetap menggabungkan pemilihan presiden, DPR RI, dan DPD RI. Kondisi tersebut berpotensi membuat perhatian pemilih kembali lebih besar kepada pasangan presiden dibandingkan calon legislatif.
Bahkan, hal serupa juga dapat terjadi di tingkat daerah. Pemilih nantinya akan menentukan kepala daerah sekaligus anggota DPRD dalam satu rezim pemilu lokal. Sehingga perhatian pemilih pun berpotensi kembali terkonsentrasi pada calon gubernur, bupati atau wali kota.
“Apakah pemilih bisa memberikan perhatian secara merata ke tiga kotak suara tadi, atau jangan-jangan tetap masih terfokus ke pilpresnya?” ujarnya.
Desain tersebut, lanjut dia, akhirnya lebih menekankan pemisahan berdasarkan tingkatan pemerintahan, yakni nasional dan lokal, bukan berdasarkan cabang keluasaan eksekutif dan legislatif.
Kendati demikian, Saipul menyampaikan jika pemisahan pemilu belum otomatis menjamin kualitas perhatian pemilih terhadap seluruh kandidat menjadi lebih merata.
Editor: Erwin






229 kali dibaca

115 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 19 km Selatan Kodi
06 Okt 2026, 19:40:21 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG