Sabtu, 09/05/2026

Tanggapi Polemik Pernyataan Rudy Mas’ud, Budisatrio: Pemimpin Harus Bersikap Bijaksana

Sabtu, 09/05/2026

Waketum DPP Gerindra, Budisatrio Djiwandono, enggak berikan tanggapan usai ramai permasalahan “paran keluarga” dalam sistem pemerintahan antara gubernur dan presiden.(Ainur/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tanggapi Polemik Pernyataan Rudy Mas’ud, Budisatrio: Pemimpin Harus Bersikap Bijaksana

Sabtu, 09/05/2026

logo

Waketum DPP Gerindra, Budisatrio Djiwandono, enggak berikan tanggapan usai ramai permasalahan “paran keluarga” dalam sistem pemerintahan antara gubernur dan presiden.(Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Gerindra, Budisatrio Djiwandono memberikan tanggapan singkat terkait pernyataan Rudy Mas’ud yang sebelumnya membandingkan hubungan dirinya dengan sang adik, Hijrah Mas’ud, dengan relasi Presiden RI Prabowo Subianto dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo.

“Sebagai pemimpin pokoknya bijaksanalah kira-kira begitu,” ujar Budisatrio singkat.

Meski mendapat sejumlah pertanyaan lanjutan, keponakan Presiden Prabowo itu enggan memperpanjang polemik dan memilih mengalihkan pembahasan pada isu pembangunan dan potensi ekonomi Kaltim ke depan.

“Pokoknya sama-sama kita kawal Kaltim. Potensinya besar menjadi roda ekonomi,” lanjutnya.

Sebagai informasi, dia adalah putra dari Bianti Djiwandono dan ekonom senior Sudrajad Djiwandono. 

Dengan demikian, Budisatrio merupakan keponakan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Polemik bermula dari pernyataan Rudy Mas’ud dalam konferensi pers di Hotel Claro Samarinda bulan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy menjelaskan alasan keberadaan adiknya, Hijrah Mas’ud, di dalam struktur Tim Ahli Gubernur. 

Menurutnya, keberadaan TAGUPP merupakan bagian dari hak prerogatif kepala daerah, serupa dengan staf ahli atau staf khusus presiden.

“TAG ini kira-kira dalam sistem pemerintahan presiden itu seperti staf ahli, staf khusus. Itu adalah hak prerogatif presiden, tidak bisa kita campuri. TAG juga demikian,” kata Rudy kepada wartawan.

Rudy mengaku mempercayai sang adik karena telah lama mendampinginya selama proses politik, mulai dari tahapan di DPRD hingga Pemilihan Gubernur 2024.

“Memang Hijrah itu adik saya. Dari proses di DPRD sampai saya terpilih jadi gubernur, dia selalu mendampingi. Karena saya kadang berada di Jakarta,” ujarnya.

Ia juga menyebut Hijrah kerap menjalankan tugas-tugas strategis atas namanya, termasuk urusan logistik dan komunikasi dengan pihak tertentu.

“Misalnya logistik, atau mandat-mandat tertentu, atau menemui pihak-pihak yang kami perintahkan. Hijrah bisa menggantikan saya,” katanya.

Pernyataan Rudy mulai menuai kritik setelah dirinya membandingkan hubungan dengan sang adik seperti relasi Presiden Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo.

“Sama seperti Pak Hashim juga begitu. Apa bedanya Pak Hashim dengan Bapak Presiden? Itu karena adanya kepercayaan,” ucap Rudy.

Ucapan tersebut kemudian memicu beragam respons publik, termasuk dari sejumlah kader internal Partai Gerindra di Kaltim. 

Sebagian pihak menilai, perbandingan tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terkait praktik kedekatan keluarga dalam pemerintahan daerah.

Hingga kini, polemik mengenai posisi Hijrah Mas’ud dalam Tim Ahli Gubernur Kaltim masih menjadi perhatian publik dan perbincangan politik di daerah tersebut.


Editor: Aspian Nur

Tanggapi Polemik Pernyataan Rudy Mas’ud, Budisatrio: Pemimpin Harus Bersikap Bijaksana

Sabtu, 09/05/2026

Waketum DPP Gerindra, Budisatrio Djiwandono, enggak berikan tanggapan usai ramai permasalahan “paran keluarga” dalam sistem pemerintahan antara gubernur dan presiden.(Ainur/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait