Selasa, 28/07/2026
Selasa, 28/07/2026
Momen setelah Sidny Lopes Cabral (13) disambut rekan-rekannya usai mencetak gol untuk Cape Verde ke gawang Argentina. (metrolibre)
Selasa, 28/07/2026

Momen setelah Sidny Lopes Cabral (13) disambut rekan-rekannya usai mencetak gol untuk Cape Verde ke gawang Argentina. (metrolibre)
KORANKALTIM.COM - Bisa jadi tak banyak yang mengira kalau gol dari pemain Cape Verde Sidny Lopes Cabral ke gawang Argentina terpilih sebagai gol terbaik Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan babak 32 besar yang berakhir dengan kemenangan 3-2 yang diraih Albiceleste dan dipuji sebagai satu dari pertandingan terbaik Piala Dunia, Lopes Cabral mencetak gol penyeimbang di babak perpanjangan waktu menjadikan skor imbang 2-2.
Aksi yang memenangkan penghargaan itu terjadi di hadapan 65.000 penonton di Stadion Miami, Amerika Serikat, ketika Lopes Cabral berhasil mengungguli pemain Argentina Alexis Mac Allister dan melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang melewati Emiliano "Dibu " Martínez untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Meskipun berakhir imbang, tim Lionel Scaloni kembali unggul beberapa menit kemudian dan melaju ke babak 16 besar, dengan Cape Verde mencatatkan penampilan bersejarah dalam penampilan Piala Dunia pertama mereka.
Menurut FIFA, gol tersebut memenangkan pemungutan suara terakhir mengalahkan gol-gol luar biasa lainnya di turnamen tersebut termasuk gol Kylian Mbappé melawan Senegal, Lionel Messi melawan Aljazair, Julián Álvarez melawan Swiss dan Ferran Torres melawan Argentina. Dalam klasemen akhir penghargaan Hyundai Goal of the Tournament, Lopes Cabral berada di atas Eldor Shomurodov dari Uzbekistan dan Wilson Isidor dari Haiti.
Pengakuan tersebut menjadikan Cape Verde meraih satu penghargaan individu paling bergengsi di turnamen tersebut. Lopes Cabral menggantikan Richarlison, yang memenangkan penghargaan tersebut pada tahun 2022 untuk tendangan salto-nya untuk Brasil melawan Serbia, dan bergabung dengan daftar yang juga mencakup Maxi Rodríguez, Diego Forlán, James Rodríguez dan Benjamin Pavard yang juga memenangkan penghargaan tersebut untuk gol melawan Argentina.
Lopes Cabral merupakan bek berusia 23 tahun ini bermain untuk Trabzonspor di Turki. Ia juga menjadi bek kedua yang memenangkan penghargaan ini, sebuah kejadian langka di antara para penerima, setelah Pavard atas tendangan setengah volinya melawan Argentina pada tahun 2018.
Sebelum menghadapi juara Piala Dunia 2022, pemain tersebut mengungkapkan keinginan pribadinya.
“Saya berharap bisa berfoto dengan Messi,” ujar Cabral yang kemudian berbagi panggung dengan pemain bintang Argentina tersebut dan akhirnya menghasilkan aksi yang diakui FIFA sebagai yang terbaik di turnamen tersebut.
“Begitu saya berhasil melewati lawan, saya melihat celah dan berpikir, ‘Ayo kita coba,’ ” jelasnya. “Saya mahir menggunakan kedua kaki. Saya melihat ruang kosong dan membidik sudut atas gawang. Saya menemukan titik itu dan melepaskan tembakan hebat,” katanya kepada FIFA.
Lopes Cabral sendiri menggambarkan momen setelah tembakan tersebut. “Ketika saya melihat ke atas dan melihat bola menuju sudut atas gawang, saya berpikir, ‘Apa yang baru saja saya lakukan?’ Saya tidak percaya. Saya melihat rekan-rekan setim saya dan mereka semua berteriak dengan tangan di kepala mereka, meluapkan kegembiraan.”
Adegan itu tidak berakhir di lapangan. Saya mulai berlari tanpa berpikir. Kemudian saya menyadari saya baru saja mencetak gol spektakuler di Piala Dunia. Semua orang bermimpi mencetak gol di Piala Dunia, tetapi melakukannya seperti ini, dalam suasana seperti itu dan melawan lawan sekaliber itu, sungguh luar biasa. Saya benar-benar bahagia,” cerita sang pesepakbola.
Di tribun penonton, ibunya Teresa bahkan pingsan saat perayaan. “Sebelum pertandingan, saya memberi tahu ibu dan pacar saya jika saya mencetak gol, saya akan berlari ke arah mereka. Ketika saya sampai saya melihat ibu saya menangis, dia bahkan tidak menyadari dia berada tepat di sebelah saya. Semua orang merawatnya karena dia pingsan ketika saya mencetak gol! ” kenangnya.
Publikasi resmi organisasi tersebut membandingkan reaksi itu dengan reaksi ibu Lilian Thuram di Piala Dunia 1998 , ketika pemain Prancis itu mencetak dua gol melawan Kroasia di semifinal. Perbandingan itu juga meluas ke Pavard, karena Lopes Cabral menjadi bek kiri kedua yang menerima penghargaan ini. Dampak lain dari gol tersebut datang setelah pertandingan, ketika ia menerima pesan dari Marcelo . "Dia adalah satu diantara idola terbesar saya. Saya selalu mengaguminya . Dia adalah bek kiri, mahir menggunakan kedua kaki, dan memiliki teknik yang luar biasa," ujar Marcelo.
Mantan pemain internasional Brasil dan Real Madrid itu juga mengatakan kepadanya ia telah memilih golnya sebagai gol terbaik turnamen. “Dia mengatakan kepada saya dia (Marcelo) telah memilih gol saya sebagai gol terbaik turnamen! Saya menjawab, 'Ya Tuhan! Terima kasih banyak. Saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih. Saya sangat gembira dan merasa terhormat Anda telah menyaksikan saya bermain.' Dan dia menjawab, 'Senang sekali menyaksikan Anda bermain; Anda sangat bagus.'” ungkap Lopes Cabral.
Latar belakang sang pemenang menambah makna tersendiri pada penghargaan ini. Tiga tahun lalu, Lopes Cabral masih bermain di divisi kelima Jerman dan menggunakan kantong sampah sebagai tirai darurat. Kini, namanya telah diabadikan dalam buku rekor Piala Dunia 2026 dengan gol yang dinobatkan FIFA sebagai gol terbaik sepanjang turnamen
Editor: Aspian Nur
Selasa, 28/07/2026
Momen setelah Sidny Lopes Cabral (13) disambut rekan-rekannya usai mencetak gol untuk Cape Verde ke gawang Argentina. (metrolibre)
TERPOPULER