Senin, 27/04/2026
Senin, 27/04/2026
Anak yang diujung kota Samarinda terpaksa belajar ditengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan yang layak (Ist).
Senin, 27/04/2026

Anak yang diujung kota Samarinda terpaksa belajar ditengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan yang layak (Ist).
Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Jauh dari pusat kota dan sulit dijangkau kendaraan, kawasan Batu Besaung menyimpan potret lain dunia pendidikan. Di wilayah inilah, puluhan anak menggantungkan harapan belajar pada sebuah ruang sederhana bernama Sekolah Rimba.
Setiap pekan, sekitar 35 anak dari usia balita hingga sekolah dasar berkumpul di sebuah gazebo kecil. Tanpa fasilitas memadai, mereka tetap mengikuti kegiatan belajar dengan bimbingan para relawan.
Inisiatif ini digagas Yurni Handayani setelah melihat langsung kondisi anak-anak di lingkungan tersebut yang belum tersentuh pendidikan formal.
“Di sini banyak anak yang tidak sekolah karena aksesnya jauh. Bahkan ada yang usianya sudah 8 sampai 9 tahun tapi belum pernah sekolah,” kata Yurni.
Ia menyebut, keterbatasan ekonomi keluarga dan jarak tempuh menjadi faktor utama. Kondisi itu diperparah dengan masih ditemukannya anak-anak dengan masalah gizi.
Berangkat dari situasi tersebut, Sekolah Rimba hadir sebagai alternatif, meski dengan segala keterbatasan. Hingga kini, kegiatan belajar hanya mengandalkan satu bangunan sederhana tanpa perlengkapan standar.
“Kami jalan seadanya. Meja, kursi, papan tulis, itu belum ada. Tapi anak-anak tetap semangat datang,” ujarnya.
Kondisi ruang belajar yang sempit juga membuat pihak pengelola belum bisa memperluas jangkauan ke wilayah lain yang memiliki persoalan serupa.
Di tengah keterbatasan itu, dukungan justru datang dari relawan dan komunitas. Kehadiran Tim TRC PPA Kaltim dalam salah satu kegiatan belajar menjadi tambahan semangat bagi anak-anak.
“Kami melihat ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang tidak punya akses pendidikan. Harapannya ada perhatian lebih dari pemerintah,” ujar Rina Zainun.
Ia menilai, keberadaan Sekolah Rimba sudah menjawab kebutuhan dasar masyarakat, namun masih membutuhkan dukungan fasilitas agar bisa berkembang.
Sementara itu, Yurni berharap Sekolah Rimba tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa tumbuh menjadi ruang belajar yang lebih layak.
“Kami ingin anak-anak di sini punya kesempatan yang sama. Tidak harus mewah, yang penting mereka bisa belajar dengan baik,” tutupnya.
Editor: Erwin
Senin, 27/04/2026
Anak yang diujung kota Samarinda terpaksa belajar ditengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan yang layak (Ist).
TERPOPULER