Selasa, 17/02/2026
Selasa, 17/02/2026
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (heri/kk)
Selasa, 17/02/2026

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (heri/kk)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan skema pembelajaran selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menekankan penguatan karakter, kegiatan keagamaan, serta peran aktif orang tua dalam mendampingi anak.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berpedoman pada Surat Edaran Bupati Kutai Kartanegara tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026, serta Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 H/2026 M.
“Kami menyesuaikan pembelajaran selama Ramadhan agar tetap berjalan efektif, namun tetap mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis peserta didik yang menjalankan ibadah puasa,” kata Heriansyah saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Selasa (17/2/2026).
Heriansyah merinci, pada 18–21 Februari 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari satuan pendidikan.
Selanjutnya, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan belajar kembali dilaksanakan di sekolah dengan penyesuaian waktu sesuai kalender pendidikan.
“Selama Ramadan, satuan pendidikan diarahkan untuk mengurangi intensitas kegiatan fisik dan lebih mengutamakan pembelajaran yang bermakna serta penguatan karakter,” tegasnya.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenjang PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, serta pendidikan kesetaraan di wilayah Kukar.
Disdikbud Kukar juga mendorong kegiatan penguatan karakter selama Ramadhan. Bagi peserta didik beragama Islam, dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren Ramadhan, kajian keislaman, serta kegiatan sosial keagamaan.
Sementara itu, bagi peserta didik non-muslim, sekolah diminta memfasilitasi kegiatan bimbingan rohani dan pembinaan karakter sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
“Semangatnya adalah toleransi dan penguatan nilai-nilai keagamaan serta karakter positif bagi seluruh peserta didik,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 17/02/2026
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (heri/kk)
TERPOPULER