Rabu, 28/01/2026
Rabu, 28/01/2026
Ilustrasi sarjana yang telah menuntaskan kuliah, dan jalani wisuda.(Istimewa)
Rabu, 28/01/2026

Ilustrasi sarjana yang telah menuntaskan kuliah, dan jalani wisuda.(Istimewa)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti masih rendahnya capaian rata-rata lama sekolah di Benua Etam yang saat ini baru berada di angka 9,9 tahun.
Angka tersebut dinilai masih tertinggal cukup jauh dari target program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah dan secara ideal, capaian pendidikan masyarakat seharusnya bisa menyentuh angka di atas 12 tahun.
Bahkan jika mengacu pada standar pembangunan sumber daya manusia jangka panjang, rata-rata lama sekolah ideal dapat mencapai 13 tahun. “Kalau kami melihat data yang ada, kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama. Capaian rata-rata lama sekolah di Kaltim masih belum memenuhi target nasional,” tegas Andi kepada Korankaltim.com Rabu (28/1/2026).
Satu diantara faktor utama penyebab kesenjangan tersebut adalah perbedaan orientasi dan pilihan hidup masyarakat, khususnya di kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Banyak lulusan SMA yang memilih langsung terjun ke dunia kerja dibandingkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Setiap individu memiliki latar belakang dan pilihan masing-masing. Ada yang melanjutkan kuliah, namun tidak sedikit pula yang merasa lebih tepat untuk langsung bekerja setelah lulus SMA,” jelas Andi Satya.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kaltim, terlebih dengan peran strategis daerah ini sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Keberadaan IKN menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki tingkat pendidikan yang memadai.
Untuk itu Andi mendorong generasi muda Kaltim agar memiliki motivasi kuat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak hanya sampai strata satu (S1), tetapi juga ke tingkat magister (S2) hingga doktoral (S3).
“Pendidikan tinggi merupakan salah satu kunci utama dalam mencetak SDM unggul yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Politisi Golkar itu juga menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu daya saing Kaltim di masa depan terutama dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 dimana generasi muda memegang peran yang sangat strategis.
Selain mendorong peran generasi muda, Andi Satya turut meminta pemerintah daerah untuk lebih aktif memperluas akses pendidikan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan program beasiswa, pemerataan fasilitas pendidikan, serta perhatian khusus bagi wilayah pedesaan dan daerah pinggiran.
“Tantangan ke depan bukan hanya soal angka statistik, tetapi bagaimana memastikan seluruh masyarakat benar-benar memiliki kesempatan dan akses yang adil terhadap pendidikan,” tutup Andi Satya.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 28/01/2026
Ilustrasi sarjana yang telah menuntaskan kuliah, dan jalani wisuda.(Istimewa)
TERPOPULER