Selasa, 25/11/2025
Selasa, 25/11/2025
UNMUL Bangun kerja sama dengan Badan Bank Tanah dalam pengelolaan aset tanah demi pembangunan yang berkelanjutan (Rafik/Korankaltim.com).
Selasa, 25/11/2025

UNMUL Bangun kerja sama dengan Badan Bank Tanah dalam pengelolaan aset tanah demi pembangunan yang berkelanjutan (Rafik/Korankaltim.com).
Penulis: */M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Universitas Mulawarman (UNMUL) menjadi tuan rumah rangkaian Lensmart Campus Series Badan Bank Tanah pertama di luar Pulau Jawa, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Rektorat UNMUL ini dirangkai dengan diskusi bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Tanah untuk Kepentingan Pembangunan Berkelanjutan” itu menghadirkan Badan Bank Tanah, akademisi UNMUL, dan Bapenda Kaltim untuk memperkuat pemahaman publik mengenai pengelolaan tanah negara secara profesional dan berkelanjutan.
Rektor UNMUL, Prof. Abdunnur, menegaskan bahwa kehadiran Badan Bank Tanah memberi ruang besar bagi perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi jangka panjang.
Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi sekaligus pembuka peluang konkret kerja sama pemanfaatan lahan negara untuk pengembangan kampus.
“UNMUL membutuhkan lahan tambahan untuk ekspansi empat fakultas baru. Kampus Gunung Kelua seluas 69 hektare sudah tidak memadai. Kami melihat peluang besar bekerja sama dengan Badan Bank Tanah agar pengembangan fasilitas pendidikan dapat diwujudkan,” ujar Abdunnur.
Lanjutnya, beberapa fakultas baru yang sedang dipersiapkan, seperti Fakultas Teknologi Informasi, Peternakan, Kedokteran Hewan, dan Keolahragaan. Mengingat, fakultas olahraga saja memerlukan sarana yang luas.
“Karena itu, kami menjajaki potensi lahan negara di sekitar Samarinda, Penajam Paser Utara hingga kawasan Nusantara,” tambahnya.
Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki HPL seluas 477 hektare di Penajam Paser Utara, termasuk area yang sudah dialokasikan untuk program reforma agraria.
Menurutnya, perguruan tinggi termasuk dalam kategori kepentingan umum sehingga memungkinkan memanfaatkan sebagian lahan tersebut.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal pemanfaatan lahan oleh UNMUL, tetapi juga kontribusi keilmuan dari akademisi. Kami yakin UNMUL dapat memberi nilai tambah besar dalam bentuk kajian, pemberdayaan masyarakat, hingga gagasan perencanaan ruang yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Badan Bank Tanah dan UNMUL berpotensi membentuk pusat studi terkait pertanahan, tata ruang, dan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi Kaltim.
Kepala Divisi Hukum Badan Bank Tanah, Yudi Kristiana, mengapresiasi antusiasme mahasiswa UNMUL dalam diskusi tersebut. Ia menilai respons kritis civitas akademika penting untuk memperkuat transparansi kebijakan pertanahan.
Baginya, Badan Bank Tanah hadir untuk menciptakan keadilan akses tanah dan mendukung pembangunan. Stigma negatif kadang muncul, terutama di wilayah-wilayah seperti IKN.
Namun klaim-klaim sepihak biasanya bisa diselesaikan, terutama jika masyarakat yang berhak mendapat kepastian hukum melalui program reforma agraria,” jelas Yudi.
Ia menegaskan sebagian besar masyarakat justru mendukung kehadiran Badan Bank Tanah selama proses penyelesaian berbasis kepentingan publik dijalankan secara bertanggung jawab.
Diskusi yang berlangsung di lantai 4 Gedung Rektorat UNMUL itu berlangsung dinamis. Para narasumber menekankan pentingnya tata kelola tanah negara yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga reformasi pertanahan jangka panjang.
UNMUL memastikan akan menindaklanjuti peluang kerja sama strategis dengan Badan Bank Tanah, terutama terkait pengembangan lahan untuk kampus baru di Kaltim.
Editor: Erwin
Selasa, 25/11/2025
UNMUL Bangun kerja sama dengan Badan Bank Tanah dalam pengelolaan aset tanah demi pembangunan yang berkelanjutan (Rafik/Korankaltim.com).
TERPOPULER