Kamis, 20/11/2025

Siswa MAN 2 Samarinda Diajak Berani Cegah Bullying dan Pengaruh Radikal

Kamis, 20/11/2025

Ratusan siswa Man 2 saat melakukan diskusi bersama Kesbangpol Kaltim (Adnan Abdul/KoranKaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Siswa MAN 2 Samarinda Diajak Berani Cegah Bullying dan Pengaruh Radikal

Kamis, 20/11/2025

logo

Ratusan siswa Man 2 saat melakukan diskusi bersama Kesbangpol Kaltim (Adnan Abdul/KoranKaltim)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Upaya mencegah perundungan atau bullying dan menangkal masuknya paham radikal di lingkungan pelajar kembali menjadi perhatian dalam kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Samarinda.

Tanpa nuansa seremonial, kegiatan yang berlangsung Kamis (20/11/2025) di aula sekolah yang terletak di Jalan Harmonika, Sungai Pinang Luar ini mengajak para siswa memahami bagaimana membangun ruang belajar yang aman, saling menghargai dan terbebas dari perilaku perundungan maupun pengaruh ideologi yang menyesatkan.

Kesadaran untuk mencegah bullying tampak mulai tumbuh di antara para pelajar. Aliya Febyati, siswi kelas 10-2, menyebut kegiatan ini membantu mereka memahami batasan perilaku dalam pergaulan dan bagaimana menyikapi tindakan yang mengarah pada perundungan.

“Karena ada agenda ini kami bisa belajar tentang bullying. Kami jadi tahu kalau bullying tidak boleh dilakukan. Kami bisa saling berpendapat dan saling kasih tahu mana yang baik dan buruk, baik di sekolah maupun di luar,” ujar Aliya kepada Korankaltim.com disela kegiatan.

Sejak jadi siswa Aliya mengaku belum pernah melihat kasus perundungan serius, namun dirinya merasa penting untuk tetap menjaga kepedulian antarteman. Menurutnya, suasana sekolah yang saling menyapa membantu mencegah munculnya jarak atau pengucilan.

“Kalau ketemu, kami biasa saling sapa di kantin atau di jalan. Kalau ada yang bandel atau tidak mau mendengarkan, kami bisa lapor ke guru BK atau wali kelas,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan tidak hanya membangun rasa aman, tetapi juga mencegah munculnya kerentanan terhadap paham radikal. Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kaltim, Fatmawati, menegaskan bahwa korban bullying sering menjadi kelompok yang paling rentan.

“Bullying itu biasanya dilakukan oleh oknum yang melihat anak lain lebih lemah. Anak yang dibully cenderung menutup diri dan kurang bersosialisasi. Itu situasi yang mudah dimanfaatkan kelompok yang membawa paham radikal,” kata Fatmawati.

Radikalisme sering berkembang dari rasa tidak diterima. Karena itu, pencegahan bullying juga berarti merawat kesehatan mental siswa sekaligus memperkuat ketahanan mereka terhadap pengaruh negatif yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. “Kalau anak-anak diberi pemahaman, mereka akan tahu hak dan kewajibannya terhadap negara, tidak mudah dipengaruhi, dan bisa tumbuh sebagai generasi yang kuat,”  sebutnya.

Bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat. Karena itu, sosialisasi terus dilakukan secara luas agar semua pihak berperan menjaga kondusivitas.

MAN 2 Samarinda berharap kegiatan ini mendorong siswa lebih berani bertindak ketika melihat perundungan serta mampu menolak pengaruh radikal yang dapat merusak masa depan mereka.


Editor: Aspian Nur

Siswa MAN 2 Samarinda Diajak Berani Cegah Bullying dan Pengaruh Radikal

Kamis, 20/11/2025

Ratusan siswa Man 2 saat melakukan diskusi bersama Kesbangpol Kaltim (Adnan Abdul/KoranKaltim)

Share

Berita Terkait