Selasa, 16/09/2025
Selasa, 16/09/2025
Ilustrasi pelaksanaan sekolah rakyat yang berjalan di Indonesia.(Istimewa)
Selasa, 16/09/2025

Ilustrasi pelaksanaan sekolah rakyat yang berjalan di Indonesia.(Istimewa)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Sekolah Rakyat di SMA Negeri 16 Samarinda dijadwalkan akan memulai aktivitas belajar-mengajar pada akhir September 2025 mendatang.
Kepala Sekolah Rakyat SMA Negeri 16 Samarinda, Rabiatul Adawiyah menuturkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Bahkan, para guru yang bertugas telah melalui seleksi sejak Juli 2025 oleh Kementerian Sosial, dan penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme di Dinas Sosial Kaltim.
“Sebelum masuk, anak-anak akan menjalani tes kesehatan dan asesmen talenta. Data ini menjadi acuan guru dalam mendampingi siswa, karena kondisi mereka sangat beragam. Ada yang sudah tiga tahun putus sekolah, ada juga yang usianya lebih tua tetapi masih di jenjang awal pendidikan,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Dengan pendekatan kurikulum multi entry–multi exit, sekolah ini menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi tiap siswa.
Selain itu, karena berbasis asrama, siswa akan mengikuti tiga program utama persiapan, pendidikan formal dan pembinaan asrama.
Bangunan asrama lama di SMAN 16 telah direvitalisasi oleh Dinas PUPR-Pera untuk mendukung kegiatan sekolah.
Meski masih ada beberapa fasilitas yang belum lengkap, pihak sekolah optimistis dapat memaksimalkan lahan yang tersedia.
“Kami sudah merencanakan aktivitas produktif seperti berkebun dan beternak di luar jam pelajaran. Program ini sekaligus menanamkan kewirausahaan dan kecakapan hidup kepada anak-anak,” terangnya.
Dengan tingkat kesiapan mencapai 90 persen, Sekolah Rakyat di SMA Negeri 16 Samarinda di Samarinda diproyeksikan segera beroperasi bersamaan dengan 65 sekolah rintisan lainnya di seluruh Indonesia.
Editor: Erwin
Selasa, 16/09/2025
Ilustrasi pelaksanaan sekolah rakyat yang berjalan di Indonesia.(Istimewa)
TERPOPULER