Selasa, 16/09/2025
Selasa, 16/09/2025
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin (Rafik/Korankaltim.com).
Selasa, 16/09/2025

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin (Rafik/Korankaltim.com).
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan melalui anggaran APBD Perubahan 2025.
Sejumlah program telah diajukan, mencakup perbaikan gedung sekolah yang rusak hingga pembangunan dan penyediaan sarana pendukung proses belajar mengajar.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin menyebutkan, usulan yang paling mendesak meliputi perbaikan atap sekolah yang bocor, penanganan banjir di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 27, serta penguatan struktur bangunan di sekolah yang rawan longsor.
“Yang paling prioritas sementara ini SMP 24 dan SMP 27. Ada juga beberapa sekolah lain yang kita usulkan, termasuk penyediaan DED untuk pembangunan tahun depan,” ujarnya, Selasa (16/8/2025).
Selain itu, Asli juga mengalokasikan anggaran untuk pencetakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tambahan bagi guru. Selama ini LKPD lebih banyak difokuskan pada siswa, sementara guru sering kali tidak memiliki pegangan yang memadai.
“Guru juga perlu buku pegangan agar proses pembelajaran berjalan lancar,” katanya.
Program lainnya mencakup penambahan toilet sekolah yang bersih dan higienis sesuai janji Pemkot sebelumnya. Fasilitas sanitasi ini akan dibuat lebih nyaman agar dapat meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah.
“Model toilet akan kita tambah lagi, agar fasilitasnya semakin baik dan layak pakai,” tambahnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan program pengelolaan sampah sekolah yang lebih modern. Beberapa sekolah akan dilengkapi tempat sampah yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Ini semacam program percontohan. Ada 5 SD dan 5 SMP yang akan mendapat fasilitas tempat sampah pengolahan ini,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian besar program tersebut didanai melalui penggeseran anggaran, bukan penambahan baru. Anggaran yang semula digunakan untuk kegiatan nonprioritas, seperti kegiatan di hotel, dialihkan untuk pembenahan infrastruktur pendidikan.
“Kita bersyukur efisiensi di sektor pendidikan tidak ditarik keluar, tapi tetap dipakai untuk kebutuhan sekolah, seperti perbaikan toilet dan ruang belajar,” ungkapnya.
Asli berharap langkah ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus mendukung kenyamanan siswa dan guru. Sejumlah program prioritas tersebut akan mulai dijalankan tahun ini melalui perubahan APBD.
Sebagai informasi, saat ini APBD Perubahan tahun 2025 masih dalam tahap pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sehingga Disdikbud belum dapat memastikan jumlah pagu yang akan disalurkan dalam rencana revitalisasi dan pembangunan di beberapa sekolah tersebut.
Editor: Erwin
Selasa, 16/09/2025
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin (Rafik/Korankaltim.com).
TERPOPULER