Jumat, 08/08/2025
Jumat, 08/08/2025
Rektor Unmul, Abdunnur (Rafik/Korankaltim.com).
Jumat, 08/08/2025

Rektor Unmul, Abdunnur (Rafik/Korankaltim.com).
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Abdunnur angkat bicara terkait isu yang beredar di media sosial tentang sikap TNI yang disebut “marah” dan menantang saat kegiatan penerimaan mahasiswa baru di Kalimantan.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut lebih kepada perbedaan persepsi, bukan kejadian faktual yang bersifat konfrontatif.
“Mungkin ini tergantung pada ekspektasi dan persepsi kita. Kadang kita berpikir positif, orang lain bisa berpikir negatif. Yang penting motivasinya sama, hadir untuk membangun SDM dan memperkuat bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, Pangdam dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan motivasi, penguatan mental, dan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru.
Ia menekankan, tujuan kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut adalah bagian dari sinergi membangun karakter generasi muda, bukan untuk memicu ketegangan.
Abdunnur menilai, interaksi dalam kegiatan akademik wajar memunculkan pro dan kontra, tergantung bagaimana publik mengekspresikannya.
“Yang benar pun bisa jadi salah, sebaliknya salah bisa jadi benar. Kita berharap sivitas akademika berpikir positif dan mengambil nilai dari setiap hubungan kelembagaan yang dibangun,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Unmul akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, DPRD, TNI, dan sektor swasta, demi mencetak SDM unggul.
“Lulusan Unmul harus punya pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang mampu berdampak bagi pembangunan daerah dan nasional,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 08/08/2025
Rektor Unmul, Abdunnur (Rafik/Korankaltim.com).
TERPOPULER