Perusahaan plat merah ini meminta pemerintah dan DPRD PPU untuk memberikan dukungan anggaran agar normalisasi penampungan air tidak terhenti.
Direktur Perumda AMDT Abdul Rasyid mengatakan pengerjaan tengah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. Dalam pelaksanaannya, pihaknya harus menanggung biaya operasional yakni BBM alat berat milik PUPR PPU. “Terus terang saat kami sudah melakukan kegiatan normalisasi di Lawe-Lawe dengan sangat terbatas,” papar Rasyid Jumat (6/11/2026).
Ditengah pekerjaan tersebut, bantuan Pertamina sebesar Rp350 Juta disebut telah disiapkan hanya saja proses administrasinya belum selesai. “Pertamina bantu Rp350 Juta tapi sampai dengan saat ini masih proses di sini,” katanya.
Tambahan sumber pendanaan diperlukan mengingat cakupan pemulihan tidak hanya menyasar Lawe-lawe. Perumda AMDT juga mengusulkan normalisasi Bendung Babulu, Bendung Waru, dan Embung Sotek, disertai pembangunan pintu air Lawe-lawe. “Tentu persoalan ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh Perumda sendiri,” bebernya.
Diketahui normalisasi dengan menggali dan memperluas Embung Lawe-lawe dilakukan Perumda AMDT sebagai upaya untuk menampung air baku sehingga di tengah musim kemarau panjang persoalan yang terjadi saat ini tak kembali terulang.
Editor : Aspian Nur
Perusahaan plat merah ini meminta pemerintah dan DPRD PPU untuk memberikan dukungan anggaran agar normalisasi penampungan air tidak terhenti.
Direktur Perumda AMDT Abdul Rasyid mengatakan pengerjaan tengah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. Dalam pelaksanaannya, pihaknya harus menanggung biaya operasional yakni BBM alat berat milik PUPR PPU. “Terus terang saat kami sudah melakukan kegiatan normalisasi di Lawe-Lawe dengan sangat terbatas,” papar Rasyid Jumat (6/11/2026).
Ditengah pekerjaan tersebut, bantuan Pertamina sebesar Rp350 Juta disebut telah disiapkan hanya saja proses administrasinya belum selesai. “Pertamina bantu Rp350 Juta tapi sampai dengan saat ini masih proses di sini,” katanya.
Tambahan sumber pendanaan diperlukan mengingat cakupan pemulihan tidak hanya menyasar Lawe-lawe. Perumda AMDT juga mengusulkan normalisasi Bendung Babulu, Bendung Waru, dan Embung Sotek, disertai pembangunan pintu air Lawe-lawe. “Tentu persoalan ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh Perumda sendiri,” bebernya.
Diketahui normalisasi dengan menggali dan memperluas Embung Lawe-lawe dilakukan Perumda AMDT sebagai upaya untuk menampung air baku sehingga di tengah musim kemarau panjang persoalan yang terjadi saat ini tak kembali terulang.
Editor : Aspian Nur