Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Nasional (SNT) di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai memasuki tahap persiapan teknis.
2 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Nasional (SNT) di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai memasuki tahap persiapan teknis.
Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie mengatakan pemerintah daerah tengah mematangkan kesiapan lahan, dokumen lingkungan hingga pemetaan calon peserta didik yang akan menjadi siswa angkatan pertama.
Tim Satuan Kerja (Satker) Sarana dan Prasarana Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Timur juga elah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.
“Dua minggu yang lalu tim Satker Sapras Kementerian PU Kaltim sudah menyurvei langsung batas letak tanah, berbatasan dengan siapa, dan posisi lahannya. Peninjauan ini sekaligus melihat kondisi lahan yang akan dilakukan cut and fill,” ujar Ainie, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan land clearing yang dilakukan Dinas PU masih menunggu dokumen Detail Engineering Design (DED) final. Hal itu dilakukan agar pekerjaan di lapangan tidak mengalami pengulangan.
“Kawan-kawan PU melihat DED yang final dulu seperti apa, jangan sampai kerja dua kali. Kalau DED sudah ada, baru dikerjakan secara detail, termasuk posisi ketinggian tanah dan besaran lahan,” jelasnya.
Berdasarkan perencanaan dan hasil koordinasi dengan tim terkait, pembangunan fisik sekolah ditargetkan mulai pada kuartal akhir tahun ini.
“Oktober atau November itu sudah dilaksanakan pembangunan. Rencananya selesai sekitar bulan Juli atau Agustus,” kata Ainie.
Untuk pembiayaan, seluruh anggaran pembangunan fisik sekolah tersebut ditanggung oleh Kementerian PU.
Di sisi lain, persiapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) juga masih berjalan. Penyusunan dokumen tersebut ditangani tim ahli yang terdiri dari 14 orang. Uji kerangka acuan telah dilakukan dan hasilnya direncanakan diekspos pada bulan depan.
Selain menyiapkan pembangunan fisik, Dinsos mulai melakukan pemetaan calon siswa. Penerimaan peserta didik pada tahun ajaran pertama diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 data kemiskinan.
“Untuk tahun ajaran pertama, penerimaan dilakukan pada jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kuota sekitar 30 siswa per kelas di setiap jenjangnya,” ungkap Ainie.
Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdikpora PPU untuk melakukan verifikasi data calon siswa sekaligus sosialisasi kepada orang tua.
“Data Desil 1 dan 2 sudah ada, tinggal dipilah siapa yang berpotensi. Setelah dipetakan bersama Dinas Pendidikan, kami akan mengundang orang tua murid untuk sosialisasi agar mereka berkenan anaknya bersekolah di sana,” tuturnya.
Editor: Erwin






463 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 9 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
07 Okt 2026, 14:28:20 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG