Festival yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kecamatan Muara Lawa itu mengusung tema “Sempekat Sempawat Takaq Ramah”. Perwakilan dari delapan kampung ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama berbagai unsur masyarakat.
Camat Muara Lawa Gusti Muhammad Fadli mengatakan, peringatan HUT ke-61 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan kecamatan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. "Kegiatan ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat baru dalam membangun,” ujar Fadli kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Festival Lemang tidak hanya menghadirkan kuliner tradisional, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan masyarakat terhadap budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Lebih dari itu, festival ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap budaya dan tradisi masyarakat sekaligus upaya untuk menjaga warisan kuliner lokal agar tetap hidup dan dikenang oleh generasi yang akan datang,” sebut Fadli lagi.
Proses pembuatan lemang yang dilakukan secara bersama-sama juga mengandung nilai kesabaran, ketekunan dan gotong royong. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat masyarakat dalam membangun daerah.
Sementara Bupati Kubar Frederick Edwin yang membuka Festival Lemang Muara Lawa 2026 mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang ikut menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
Lemang bukan sekadar makanan tradisional. Tradisi membuat dan menikmatinya bersama mencerminkan kebersamaan, gotong royong, serta kekeluargaan yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Festival Lemang bukan hanya kegiatan kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi lokal. Lemang yang dibuat dan dinikmati bersama mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan yang harus terus kita wariskan kepada generasi muda,” kata Frederick.
Pemkab Kubar terus mendorong pengembangan pariwisata yang mengangkat kekayaan budaya dan kuliner daerah. Festival Lemang diharapkan dapat berkembang menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus mendorong pariwisata berbasis budaya dan kuliner. Karena itu, Festival Lemang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur