Hal ini membuat rapat koordinasi teknis (Rakornis) yang berlangsung akhir pekan lalu di Samarinda memutuskan tak ada Pra-Porprov untuk sofbol maupun bisbol. “Kami sudah mengirim surat ke pengurus di daerah 20 Oktober lalu, tapi sampai 5 November tak ada jawaban satu pun dari daerah yang kami kirim surat. Saat dikonfirmasi langsung mengenai keikutsertaan mereka ikut Pra-Porprov, ternyata mereka tak punya anggaran. Ironisnya, tuan rumah Kutai Timur juga tak bisa karena bertepatan dengan ujian semester anak sekolah karena regulasi Pra-Porprov U-23 plus 3 pemain senior sementara pemain U-23 masih ujian,” papar Sekum Perbasasi Kaltim Felix Andi Wijaya. “Hasil Rakornis ini akan kami bawa ke pleno dan disampaikan ke KONI Kaltim. Jadi sudah pasti kami tidak menggelar Pra-Porprov dan berharap ada kebijakan,” imbuhnya.
Perbasasi Kaltim sebenarnya sudah memiliki 8 pengurus daerah yaitu Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Berau. Untuk Berau dan PPU masa bakti sudah habis dan pengprov meminta untuk menyusun kepengurusan baru, Kukar sudah terbentuk sedang dalam penyusunan pengurus hanya tinggal rekomendasi KONI Kukar, sedangkan Balikpapan telah menggelar muskot dan memiliki ketua baru dan penyusunan kepengurusan. (rgn)