Prestasi tersebut cukup mengagetkan, sebab tim panahan Kukar datang ke Sangatta tanpa ada target dan sokongan dana yang memadai. Lendati demikian, tidak lantas membuat tim panahan Kukar patah semangat, malah menjadi motivasi tersendiri untuk mengukir prestasi.
“Kita berangkat (mengikuti pra porprov, Red.) tanpa target dan tanpa anggaran yang memadai karena memang Pemkab saat ini mengalami defisit. Tapi anak-anak tidak patah semangat, malah motivasinya bertambah untuk membuktikan kita bisa menjadi yang terbaik meski banyak kendala,” kata Pelatih tim panahan Kukar, Ardin Nur.
Keberhasilan ini juga cukup menghapus dahaga cabang olah raga terukur ini. Karena dua even terakhir kontingen Kukar selalu gagal menjadi yang terbaik. Sehingga saat diterjunkan di pra porprov lalu, para atlet tidak diberi target agar tanpa beban. Ternyata hasilnya cukup signifikan. Kukar akhirnya menjadi yang terbaik.
“Dua even terakhir kami selalu gagal. Saya senang dengan hasil ini. semoga bisa memotivasi para atlet untuk memberikan yang terbaik di porprov nanti,” tutur Ardin, sambil meminta terhadap anak asuhnya untuk tidak berpuas diri. “Didepan mata ada even besar yang harus kita hadapi. Untuk itu saya harap anak-anak untuk lebih meningkatkan kemampuan lagi,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Ardin meminta pihak terkait untuk bisa memperhatikan kebutuhan dasar para atlet, khususnya peralatan memanah. Menurutnya sudah banyak peralatan memanah yang mengalami kerusakan sehingga sangat dibutuhkan peremajaan mengingat Porprov Kutim 2018 sudah semakin dekat.
“Kami berharap kedepannya ada dukungan berupa peralatan yang baru. Sudah banyak peralatan yang mulai rusak,” pungkasnya. (ale)