Minggu, 26/07/2026
Minggu, 26/07/2026
Pelaksanaan Musprov IPSI Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Minggu, 26/07/2026

Pelaksanaan Musprov IPSI Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Seno Aji resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur periode 2026–2030.
Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) IPSI Kaltim yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (25/7/2027). Wakil Gubernur Kaltim tersebut menggantikan Andi Harun yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya pada periode 2022–2026.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musorprov IPSI Kaltim, Ego Arifin, menjelaskan hingga batas akhir pendaftaran hanya Seno Aji yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi sebagai calon ketua umum.
Sebelumnya, tiga nama sempat mencuat sebagai bakal calon, yakni Andi Harun, Rendi Solihin, dan Seno Aji. Namun, Andi Harun tidak mengambil formulir pendaftaran, sementara Rendi Solihin hanya mengambil formulir tanpa mengembalikannya hingga masa pendaftaran ditutup.
“Karena hanya ada satu calon yang mendaftar secara resmi dan memenuhi seluruh persyaratan, seluruh pemegang hak suara menyepakati Pak Seno Aji sebagai Ketua Umum IPSI Kaltim periode 2026-2030 melalui mekanisme aklamasi,” ujar Ego.
Ia menambahkan, seluruh ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI telah dipenuhi. Salah satunya adalah larangan rangkap jabatan sebagai pimpinan organisasi cabang olahraga bela diri lainnya.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan tersebut, Seno Aji telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua FORKI Kaltim. Pengunduran diri itu tertuang dalam surat tertanggal 24 Juli 2026 dan telah memperoleh pengesahan dari Pengurus Besar FORKI melalui Surat Nomor 238/PB FORKI-Sekjen/VII/2026.
Dalam sambutannya, usai ditetapkan sebagai Ketua Umum IPSI Kaltim, Seno Aji menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus kabupaten/kota dan insan pencak silat di Kaltim.
Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi prestasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi amanah untuk bersama-sama membesarkan pencak silat Kalimantan Timur. Prestasi yang sudah diraih harus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan melalui pembinaan atlet yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Seno Aji.
Ia menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan berfokus pada pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta memperbanyak kompetisi sebagai wadah melahirkan atlet-atlet potensial.
Menurutnya, sinergi antara pengurus provinsi, pengurus kabupaten/kota, perguruan silat, hingga pemerintah daerah menjadi kunci agar Kaltim tetap menjadi salah satu kekuatan pencak silat nasional.
Di bawah kepemimpinan baru ini, IPSI Kaltim diharapkan mampu mempertahankan tradisi prestasi yang telah dibangun. Pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, cabang olahraga pencak silat menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Benua Etam.
Prestasi itu kemudian berlanjut di Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 di Abu Dhabi dengan raihan satu medali emas dan satu medali perak.
Capaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi kepengurusan baru IPSI Kaltim. Dengan target menghadapi PON 2028, Seno Aji menegaskan pembinaan yang terstruktur dan regenerasi atlet akan menjadi prioritas agar kejayaan pencak silat Kaltim terus berlanjut.
Editor: Erwin
Minggu, 26/07/2026
Pelaksanaan Musprov IPSI Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER