Ajang ini diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai daerah yang terbagi dalam dua kategori usia, yaitu remaja (junior) dan dewasa (senior).
Panitia rekap data sekaligus Koordinator IT Piala Gubernur Kaltim 2025, Deni Nurwicahyo, menjelaskan bahwa jumlah peserta didominasi oleh kategori junior dengan total 269 pesilat, terdiri atas putra dan putri. Sementara itu, kategori senior diikuti oleh 60 pesilat.
“Kalau di sistem biasanya disebut junior dan senior, tapi dalam pelaksanaan kali ini kita gunakan istilah remaja dan dewasa. Total keseluruhan peserta 329 orang, dengan remaja 269 dan dewasa 60. Artinya, mayoritas peserta berasal dari kelas remaja,” ungkapnya.
Lanjutnya, nomor yang dipertandingkan semuanya adalah kategori tanding, tanpa ada nomor seni. Untuk kelas junior maupun senior, aturan pembagian kelas relatif sama.
Pada kategori putra tersedia kelas A hingga F, sementara untuk putri hanya dipertandingkan kelas A hingga E.
“Kalau dihitung, peserta terbanyak memang ada di kategori remaja, terutama pada kelas-kelas putra. Untuk kategori dewasa jumlahnya belum sampai seratus, jadi masih didominasi remaja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan bahwa pelaksanaan kejuaraan ini terinspirasi dari gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang akan berlangsung di Kudus pada Oktober 2025 mendatang.
“Piala Gubernur Kaltim 2025 untuk cabang pencak silat ini sebenarnya terinspirasi dari PON Bela Diri. Jadi kita coba menggelar lebih awal agar para atlet bisa mengasah kemampuan sekaligus mengukur persiapan menuju event nasional tersebut,” ujar Rasman.
Dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi, ajang ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mendorong peningkatan prestasi pencak silat Kaltim di level nasional.
Editor: Erwin