Tertundanya pencairan dana hibah ini dinilai menghambat jalannya program latihan serta partisipasi atlet dalam berbagai ajang nasional.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim, Teddy Nanang Abay turut menyuarakan keprihatinannya atas belum disalurkannya NPHD dari KONI Kaltim.
Meski menghadapi keterbatasan, ia tetap berupaya agar cabor layar tetap mengikuti event nasional meski dengan kondisi sulit.
“Kami terus berupaya agar tetap bisa berperan di kejuaraan nasional, terutama untuk persiapan PON. Tanpa NPHD, kami harus mencari dana dari pihak ketiga. Kami terpaksa berutang untuk bisa berangkat ke kejuaraan,” ujarnya kata Teddy pada Rabu (23/7/2025).
Dia juga menyoroti soal bonus atlet, yang hingga kini belum jelas pencairannya. Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan pembinaan olahraga sangat tergantung pada dukungan pemerintah.
“Jangan sampai karena tidak diperhatikan, kami berpikir pindah provinsi. Provinsi tetangga sudah mulai mendekati kami. Atlet butuh motivasi dan kepastian,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan oleh pelatih binaraga Kaltim, Hendra RA, yang menyebut bahwa keterlambatan pencairan dana membuat persiapan atlet sangat terganggu.
“Waktu Kejurnas di Bali bulan Juli lalu, kami berangkat tanpa dana dari KONI. Saya sampai harus gadaikan BPKB mobil pribadi demi membiayai keberangkatan atlet,” jelas Hendra.
Ia menyebut, meski dalam kondisi minim, tim binaraga tetap berhasil membawa pulang satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Hendra juga menyoroti pentingnya bonus sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah atlet dan pelatih.
“Kami ingin ada kejelasan apakah bonusnya akan sama atau naik dibanding PON Papua 2021. Itu hak atlet dan pelatih, bukan semata insentif tapi juga bentuk penghargaan,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih gulat Kaltim, Sumarlani, menyatakan bahwa saat ini atlet berlatih secara mandiri tanpa dukungan penuh anggaran.
“Menjelang TC PON Bela Diri di Kudus, kami bingung soal pendanaan. Beberapa kegiatan seperti Kejurprov kemarin pun masih ditalangi pribadi. Pemerintah harus segera mencairkan dana hibah agar program pembinaan berjalan,” katanya.
Ia juga berharap agar bonus atlet dapat disalurkan tepat waktu, mengingat pentingnya penghargaan untuk memotivasi mereka dalam menghadapi PON 2028.
Pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut lalu, layar berhasil mengamankan tiga medali emas, binaraga amankan dua medali emas, sedangkan gulat dengan lima medali emas.
Berdasarkan informasi yang diterima dari sumber terpercaya, berkas NPHD tersebut sudah berada di meja orang nomor satu di Kaltim itu, dan hanya menunggu penandatanganan.
Editor: Erwin