Ketua panitia pelaksana, Alfons T Lung, menyampaikan bahwa pelaksanaan kejuaraan dari awal hingga akhir berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
“Total ada 1.200 atlet yang bertanding dalam 84 nomor, semuanya berlangsung tepat waktu dan tertib,” ujar Alfons kepada Korankaltim.com, Senin (7/7/2025).
Peserta berasal dari berbagai kategori usia, mulai dari pra-kadet, kadet, junior, hingga senior. Kompetisi ini juga dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas prestasi dan festival. Kategori pra-kadet mencatat jumlah peserta terbanyak, yakni sekitar 640 atlet.
Antusiasme sangat tinggi disampaikan Alfons, khususnya dari wilayah Kaltim. Tercatat terdapat perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, serta tambahan peserta dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Total, sebanyak 15 klub taekwondo turut ambil bagian dalam turnamen ini.
Terkait pembinaan atlet berprestasi, Alfons menyebut telah ada pengamatan langsung dari tim pelatih Pengprov, meski belum bersifat formal.
“Meski tidak ada SK khusus, beberapa pelatih sudah mulai mencatat nama-nama atlet potensial, terutama dari Kaltim,” jelasnya.
“Setidaknya ada tujuh atlet junior dan senior yang masuk radar untuk pembinaan lanjutan,” tambah mantan Taekwondoin Indonesia pertama yang meraih Medali Perak pada Kelas Bantam di Asian Games XII/1994 di Hiroshima itu.
Ke depan, Alfons berharap kejuaraan ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar lagi. “Tahun ini memang fokusnya masih regional Kalimantan, tapi kami menargetkan skala nasional untuk tahun depan. Harapannya bisa masuk kalender resmi Taekwondo Indonesia (TI), dan meningkat gradenya yang saat ini masih C,” tutupnya.
Editor: Erwin