Silva tampak emosional terlebih mantan kapten klub Premier League Chelsea yang berusia 40 tahun itu bermain penuh selama 90 menit dalam laga ini.
Fluminense, yang lolos ke turnamen musim panas ini dengan memenangkan Copa Libertadores pada tahun 2023, unggul setelah hanya tiga menit ketika German Cano menunduk untuk menyundul umpan silang yang terdefleksi dari jarak dekat menit ke-3.
Inter mendominasi penguasaan bola dan mencatatkan 16 tembakan saat mereka mencoba untuk bangkit, namun hanya empat dari upaya tersebut yang memaksa kiper Fabio untuk bekerja keras, sebelum pemain pengganti Hercules memastikan kemenangan gemilang dengan penyelesaian akhir yang tenang dari jarak 18 yard di injury time babak kedua, menit 93.
Gol itu memicu perayaan meriah di tribun stadion dengan banyak penggemar terlihat menangis bahagia. Silva, yang juga terlihat menangis sebelum difoto mencium istrinya Isabele di tribun, kemudian mengatakan kepada DAZN “Saya sangat bangga dengan tim saya, dengan rekan satu tim saya,” ujarnya. “Terlalu sulit untuk melawan tim Inter. Mereka bermain di final Liga Champions sebulan lalu. Tidak mudah bermain dalam cuaca yang terlalu panas. Sebenarnya waktunya tidak tepat, tetapi Fluminense adalah tim besar,” tegasnya.
Thiago Silva sendiri kembali ke Fluminense pada Mei tahun lalu, setelah berjaya di Eropa bersama AC Milan, Paris Saint-Germain, dan Chelsea.
Bek tengah legendaris Brasil ini sebelumnya pernah menghabiskan waktu di akademi muda Fluminense pada 1990-an, sebelum bermain selama tiga musim di tim utama bersama klub Rio de Janeiro tersebut antara 2006 dan 2008.
Penyerang Inter Lautaro Martinez juga mengomentari panas yang menyengat dalam wawancara pascapertandingannya. “Kami jelas tidak dalam pertandingan di babak pertama. Kami kebobolan satu gol dan terlalu sering kehilangan bola. Fluminense bertahan dengan sangat dalam dan baik, mencoba melakukan serangan balik. Kami bermain lebih baik di babak kedua, kami memberikan segalanya,” ujar Martinez. “Cuacanya sangat panas, kami lelah secara mental, kami kehilangan banyak pemain. Saya minta maaf kepada para penggemar dan semua orang yang datang ke sini untuk menonton kami. Sekarang kami harus fokus pada istirahat dan mempersiapkan diri untuk musim depan dengan cara terbaik,” sebut pemain timnas Argentina itu.
Fluminense yang lolos dari Grup F dengan lima poin setelah bermain imbang dengan Borussia Dortmund dan Mamelodi Sundowns serta mengalahkan Ulsan HD akan menghadapi Manchester City atau Al-Hilal yang masih bertanding saat ini.
Fluminense merupakan satu dari empat peserta Brasil di Piala Dunia Antarklub yang diikuti 32 tim musim panas ini, bersama dengan Botafogo, Flamengo dan Palmeiras. Keempatnya berhasil lolos dari babak penyisihan grup, sebelum Palmeiras menyingkirkan Botafogo di babak 16 besar.
Inter datang ke Piala Dunia Antarklub yang telah diperbarui sebagai penantang gelar tetapi selain kemenangan 2-0 atas River Plate di babak penyisihan grup, tim Serie A itu menjalani musim yang tidak konsisten, mengalahkan Urawa Red Diamonds dari Jepang dengan gol kemenangan di menit-menit terakhir dan ditahan imbang 1-1 oleh tim Meksiko Monterrey.
Tersingkirnya mereka di babak 16 besar menambah musim yang membuat frustrasi di mana mereka gagal memenangkan trofi domestik dan dihancurkan 5-0 oleh Paris St Germain di final Liga Champions bulan lalu.
"Itu musim yang panjang dan melelahkan, kami mengakhirinya dengan tangan hampa. Itu pesan umum," jelas Martinez.
Inter akan memulai kampanye Serie A mereka di kandang sendiri melawan Torino pada bulan Agustus mendatang.
Editor: Aspian Nur