Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, menjelaskan bahwa PPU ditetapkan menjadi tuan rumah dengan 20 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.
Menurutnya, jumlah tersebut menuntut persiapan yang matang dan dukungan anggaran yang besar.
“Agenda untuk Popda ini ditetapkan 20 cabor yang akan dipertandingkan. Dari 20 cabor itu tentu butuh persiapan termasuk anggaran yang besar,” ujar Andi, Kamis (29/5/2025).
Meski anggaran yang dibutuhkan sangat besar, namun dukungan anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan olahraga ini hanya Rp3 miliar.
Idealnya kebutuhan anggaran untuk menyukseskan kegiatan ini dinilai Rp10 hingga Rp15 miliar.
“Provinsi mengalokasikan anggaran cuma Rp3 miliar. Mereka hanya menanggung sedikit saja, sisanya kita yang diminta menanggung. Artinya, kegiatan ini adalah kegiatan provinsi. Kalau itu gagal, tentu yang akan kena adalah tuan rumah,” tegasnya.
Andi menekankan bahwa sebagai tuan rumah, daerah harus bisa menyokong anggaran yang mencukupi agar pelaksanaan Popda dapat berjalan dengan maksimal, terutama terkait akomodasi dan konsumsi para peserta.
“Setidaknya kita butuh anggaran Rp10 miliar atau Rp15 miliar. Sehingga hal-hal terkait akomodasi, makan-minum bisa maksimal. Kalau itu tidak maksimal, itu akan menjadi cerita yang tidak bagus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dengan kondisi anggaran saat ini, PPU memilih untuk tidak memaksakan diri menjadi tuan rumah Popda. Ia mengusulkan agar kegiatan tersebut ditunda atau dialihkan ke daerah lain yang lebih siap.
“Terus terang, dengan anggaran segitu, kita tidak siap. Lebih baik kegiatan tersebut tidak usah dilaksanakan atau ditunda, atau dialihkan ke tempat lain daripada kita melaksanakan tapi tidak bisa membiayai dengan sempurna,” pungkasnya.
Editor: Erwin