Organisasi ini terus berupaya mengembangkan potensi atlet catur lokal, bahkan menargetkan lahirnya Grand Master (GM) dari Kaltim di masa depan.
Ketua Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyampaikan bahwa peluang melahirkan pecatur kelas dunia masih sangat terbuka, asalkan didukung dengan pola pembinaan yang tepat dan keikutsertaan rutin dalam kompetisi resmi tingkat nasional maupun internasional.
“Turnamen Kaltim Fide Rated berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan, namun memang belum ada atlet kita yang tampil menonjol,” ucap Reza kepada Korankaltim.com, Selasa (20/5/2025).
“Namun setelah itu, saat kami kirim atlet ke JAPFA Fide Rated di Jakarta, salah satu dari mereka berhasil menembus sepuluh besar. Itu jadi motivasi tambahan bagi kami,” jelas Reza.
Reza menyatakan optimismenya untuk mewujudkan impian memiliki atlet dengan gelar GM.
Beberapa nama telah menjadi andalan Kaltim, seperti Chelsie Monica dan Evi Yuliana di sektor putri, serta Adam Rozi dan Sultan di sektor putra.
Mereka diproyeksikan untuk mengikuti turnamen-turnamen bergengsi demi menambah pengalaman dan meningkatkan rating.
“Untuk menyandang gelar Grand Master, seorang atlet harus mengantongi rating minimal 2.300. Saat ini, kami punya Pak Sugeng dari SKOI yang sudah mendekati angka tersebut. Chelsie juga sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Erwin