Meskipun Kutai Timur (Kutim) tampil dominan dengan mengantongi 11 medali emas dan menjadi juara umum, sejumlah daerah lain juga menunjukkan performa positif.
Seluruh kabupaten/kota peserta tercatat berhasil membawa pulang medali, menandakan potensi yang cukup merata meskipun fasilitas belum sepenuhnya setara.
Sekretaris Umum FPTI Kaltim, Miswan Prima Putra, menilai bahwa persebaran atlet muda berbakat sangat menggembirakan.
Ia menegaskan meskipun ada perbedaan infrastruktur, banyak daerah tetap mampu membina atlet-atlet potensial.
“Kalau disebut timpang, menurut saya tidak juga. Dengan dukungan sarana latihan yang lebih memadai, daerah-daerah ini bisa menjadi pesaing kuat ke depan,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).
Samarinda disebut sebagai salah satu daerah dengan potensi besar. Menurutnya, jika kota ini dapat memenuhi kuota atlet dan memiliki fasilitas latihan yang lebih baik, maka persaingan akan semakin merata dan kompetitif.
Kejurprov kali ini juga menjadi tahap seleksi bagi atlet yang akan mewakili Kaltim ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Namun, FPTI Kaltim menegaskan tidak semua juara otomatis lolos, karena penilaian mengacu pada standar khusus yang ditetapkan federasi.
“Masih kami evaluasi hasil Kejurprov ini. Jika ada atlet juara tapi tidak memenuhi standar, maka tidak akan kami kirim ke Kejurnas,” tegas Miswan.
Dengan waktu pelaksanaan Kejurnas yang masih lebih dari satu bulan lagi, FPTI berencana melakukan evaluasi lanjutan dan menggelar Training Center (TC) sebagai persiapan akhir.
TC direncanakan berlangsung di Sangatta, Kutim sebagai tuan rumah dengan raihan prestasi tertinggi.
“Kalau nanti ada atlet yang terkendala izin sekolah, pelatih akan siapkan program latihan khusus. Tapi melihat hasil kemarin, kemungkinan besar TC tetap diadakan di Sangatta,” tutupnya.
Editor: Erwin