Atlet-atlet dari tujuh cabang olahraga yang sebelumnya tergabung dalam akademi DBON kini berada dalam pengelolaan baru.
Untuk memastikan keberlanjutan pembinaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengambil inisiatif dengan membentuk wadah pengganti bernama Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA).
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menjelaskan bahwa SPOBDA saat ini menjadi solusi transisi.
“Sementara ini kami jalankan transisi, karena sebelumnya pendanaan berasal dari hibah DBON, dan kini kami usulkan agar masuk dalam pos belanja langsung,” ujar Rasman, Rabu (30/4/2025).
Meski demikian, ia mengakui proses perubahan skema anggaran ini cukup menantang karena membutuhkan pembahasan dalam APBD Perubahan.
“Memang tidak mudah, tapi alhamdulillah program masih berjalan. Kami berharap para atlet tetap bisa bertahan,” lanjutnya.
Rasman menambahkan SPOBDA dirancang dengan visi jangka pendek, menengah dan panjang, dengan capaian prestasi sebagai tolak ukur keberhasilannya.
Dalam waktu dekat, Dispora juga berencana menambah cabang olahraga yang dibina, sesuai arahan Gubernur Kaltim.
“Gubernur meminta agar fokus diarahkan ke cabang perorangan yang berpotensi menyumbang banyak medali. Oleh karena itu, kami akan menambah cabor renang,” ungkap Rasman.
Dispora juga sudah berkoordinasi dengan Ketua Akuatik Kaltim untuk segera mempersiapkan proses seleksi atlet.
“Saya sudah sampaikan ke ketua Akuatik Kaltim agar segera menyiapkan rekrutmennya,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, SPOBDA akan menerapkan sistem promosi dan degradasi guna menjaga kualitas pembinaan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai perkembangan setiap atlet.
“Evaluasi akan terus kami lakukan. Kalau ada atlet yang performanya menurun atau tidak menunjukkan progres, maka akan digantikan oleh yang lebih siap,” tutup Rasman.
Editor: Erwin