Banyak pendapat yang bermunculan, di mana peraturan baru pertandingan di IPSI diduga menjadi penyebab Alif meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, atlet nasional Pencak Silat, Iqbal Chandra Pratama, yang juga merupakan pelatih di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI), turut menyampaikan duka citanya.
“Ini pendapat pribadi saya, cedera atau insiden bisa terjadi di cabang olahraga apa saja, tidak hanya di pencak silat. Namun, saya rasa banyak insan olahraga di dunia pencak silat yang kurang setuju dengan aturan baru ini,” kata Iqbal, Selasa (25/2/2025).
Aturan baru yang bertujuan memasukkan cabang olahraga pencak silat ke dalam Olimpiade 2036 dinilai lebih ekstrem, terutama untuk pemula. Sebagai pesilat yang sudah bertanding lama, pada dasarnya fokus utama adalah pada “main atas,” namun teknik menjatuhkan atau bantingan tetap diperbolehkan.
“Sekarang, dengan aturan baru ini jadi lebih berkembang. Silat banyak main bawah, jadi lebih ekstrem, bisa ngebanting dan segala macam,” jelasnya.
Atlet yang sudah mengarungi cukup banyak event nasional hingga tingkat Asia itu, Iqbal menilai perubahan aturan di pertandingan ini banyak tidak diimbangi dengan latihan yang cukup.
Salah satu yang dicontohkannya ada di cabor judo. Di mana, untuk kelas SKOI, para atlet punya satu sesi khusus untuk mempelajari teknik jatuhan yang benar dan aman.
“Sedangkan silat sendiri belum ada teknik begitu. Maksud saya harusnya ada teknik yang mengantisipasi aturan baru ini. Bagaimana teknik jatuhan yang benar,” jelasnya.
Editor: Erwin