Seno mengakui musyawarah sempat mengalami penundaan tiga bulan dari jadwal semula.
“Kami percepat musyawarah ini agar legalitas kepengurusan Forki Kaltim tetap terjaga dan berjalan lancar,” kata Seno.
Forki memanfaatkan momen ini untuk merefleksikan pencapaian selama periode 2020-2025.
“Banyak tantangan yang dihadapi di awal, tetapi kerja sama semua pihak membawa hasil yang baik. Tidak ada konflik antarperguruan, semua bersatu untuk mendukung prestasi atlet Kaltim,” tegas Seno.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya transparansi dalam laporan keuangan dan pertanggungjawaban selama masa jabatannya.
Terpisah, Rusdiansyah Aras memberikan apresiasi kepada Forki Kaltim atas kontribusi medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
“Meskipun dengan anggaran terbatas, Forki tetap aktif menyelenggarakan kegiatan seperti kejurprov dan kejurnas. Ini adalah pencapaian luar biasa,” ujar Rusdi.
Pencapaian Kaltim di PON XXI/2024 juga disorot, dengan perolehan 29 emas, 53 perak, dan 69 perunggu. Meski berada di peringkat kedelapan secara nasional, Rusdiansyah optimistis akan ada peningkatan di PON berikutnya.
“Kami berharap Forki Kaltim dapat menyumbang lebih banyak emas di PON NTB-NTT mendatang. Persiapan juga harus maksimal,” tegasnya.
Editor Aspian Nur