Dalam rapat yang membahas ekspos rincian dan usulan kegiatan KONI Kaltim untuk di tahun 2025.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras membenarkan bahwa dalam rapat pihaknya menyampaikan beberapa hal untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kaltim.
“Anggaran kita untuk mencover tahun 2025, muaranya adalah semua peningkatan prestasi. Termasuk semua indeks bantuan olahraga kita naikkan,” kata Rusdi kepada Korankaltim.com usai pertemuan.
Langkah itu diambil dalam rangka memacu prestasi olahraga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Meski di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) mereka gagal meraih target lima besar, tetapi capaian medali naik dari PON sebelumnya.
“Apalagi kedepan ada 11 cabang olahraga (cabor) peraih medali emas kita itu tidak bertanding PON XXII/2028 di NTB dan NTT,” bebernya.
Diantaranya kempo, catur, dansa, angkat berat, binaraga dan lain-lain. Maka dari itu, pihaknya tengah berupaya meningkatkan bantuan kepada masing-masing cabor.
“Harapan kita nanti apa yang disampaikan pak Rasman (Kabid PPO Dispora) tadi, kita membuat nomenklatur khusus yang nantinya bisa mencover mana-mana kebijakan kita yang bisa dibackup,” tuturnya.
“Kepada cabor-cabor yang kita harapkan bisa kita pacu lagi. Tapi indeks, semuanya sama, naik,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menilai penjelasan terkait anggaran peningkatan prestasi olahraga KONI Kaltim sudah secara rinci.
“Itu menjadi atensi kita bahwa membangun sebuah prestasi itu jangan alang-alang dan memberikan pembinaan khususnya kepada cabor unggulan dan andalan,” kata Rasman.
Editor: Erwin