Pelatihan ini berlangsung dalam dua tahap dengan masing-masing tahap diikuti 50 peserta, yaitu tahap pertama tanggal 3-6 Januari dan tahap kedua 6-9 Januari. narasumbernya sama yakni Prof Ria Lumintuarso dan asistennya Doktor Tutut Jatmiko.
Pelaksana (Plt) Ketua KONI Kukar Awang Sakti saat dikonfirmasi Korankaltim.com terkait kegiatan tersebut Sabtu (4/1/2025) pagi tadi berharap pelatih cabang olahraga (cabor) bisa memaksimalkan hasil pelatihan.
“Kegiatan itu sesuai dengan target KONI Kukar yang memiliki mimpi meraih juara umum di Porprov Paser 2026,” ucap Awang Sakti.
Sekretaris Dispora Kukar Syafliansyah memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Pelatih Fisik Level I Nasional di Kukar. Dia berharap agar dengan pelatihan ini kualitas pelatih fisik di Bumi Mulawarman bisa semakin baik.
“Kami bersyukur karena Kukar menjadi daerah yang pertama ditunjuk KONI Kaltim untuk menyelenggarakan kegiatan yang positif ini. Semoga dengan sertifikasi ini, kualitas atlet Kukar bisa semakin baik,” ujar Syafliansyah.
Sementara Rusdiansyah Aras mengatakan penunjukan Kukar jadi tuan rumah pelatihan karena dinilai sudah siap.
“Karena sudah siap kami selenggarakan kegiatan ini di Kukar, selanjutnya baru bergeser ke KONI daerah lain,” ungkap Rusdi.
Pelatihan Pelatih Fisik Level I Nasional ini digelar sebagai upaya untuk merealisasikan target mencetak seribu pelatih fisik di Kaltim sekaligus merespons di PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu yang mana banyak atlet Kaltim masuk ke final namun gagal meraih medali emas yang satu diantara penyebab utamanya karena kalah dalam segi fisik.
“Kami coba realisasikan hasil dari evaluasi Bidang Binpres (Pembinaan Prestasi) KONI Kaltim karena atlet Kaltim banyak kalah di fisik saat PON lalu, makanya diperbaiki lewat pelatihan ini,” sebut Rusdi lagi.
Meski memiliki fokus mencetak seribu pelatih fisik, KONI Kaltim meminta kepada instruktur agar melakukan penilaian yang ketat. Jika memang tidak memenuhi kriteria untuk diluluskan maka tidak diluluskan.
“Kuantitas memang penting, tapi kualitas tetap yang utama. Jika peserta pelatihan ini tidak layak untuk diluluskan, saya minta ke instruktur agar tidak diluluskan. Sekali lagi saya tekankan, kami utamakan kualitas bukan kuantitas,” tegasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Ego Arifin menambahkan pelatihan berlangsung hingga 9 Desember. “Pelatihan ini akan digelar selama dua tahap. Tahap pertama diikuti 50 peserta dari tanggal 3 sampai 6 Januari, tahap kedua tanggal 6-9 Januari. Totalnya ada 100 peserta,” sebut Ego.
Editor: Aspian Nur