Ketua Panitia Pelaksana, Ego Arifin mengatakan dalam pelaksanaannya awalnya akan diikuti 50 peserta, namun dalam pelaksanaannya hanya 49 peserta Cabang Olahraga (Cabor) tenis meja sedang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sehingga dijadwalkan akan mengikuti pelatihan selanjutnya.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari di KONI dan di Sempaja untuk praktiknya. Terima kasih pada Dispora Kaltim, memfasilitasi tempat praktik,” kata Ego.
Dalam pelaksanaan dinilai mendapatkan kendala lantaran hujan, sehingga praktek lapangan dilakukan di dalam GOR bulu tangkis.
Hasil dari pelatihan tersebut dinilai terdapat 15 persen peserta yang tidak atau belum layak menyandang sebagai pelatih fisik tingkat nasional.
Lantaran tak berhasil di level I, maka dipastikan gagal untuk melaju ke level II dan harus mengulang kembali di pelatihan berikutnya. Tetapi peserta yang tidak lulus tetap mendapatkan sertifikat keikutsertaan dalam pelatihan pelatih fisik.
“Kita menjaga mereka kan dengan tulus berlatih, bukan lulus tidak lulus. Tetapi layak atau tidak naik ke level II, jadi ada catatannya. Namanya juga saya belum dapat ini, tapi tadi disebutkan hanya persentasenya,” jelasnya.
Karena, untuk level II itu adalah pelatih fisik yang menangani atlet di Pekan Olahraga Nasional (PON) di XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Nanti kita akan persuasif ya, kita panggil orangnya, kalau mau ikut berikut silahkan, tidak juga boleh. Kita sudah bicarakan jadwalnya, di awal bulan Desember,” tegasnya.
Pada penutupan pelatihan tersebut juga ditandai dengan pemberian sertifikat secara simbolis pada dua pelatih fisik terbaik dari kegiatan tersebut.
Editor: Erwin