Itu setelah mereka selesai melaksanakan try out atau uji coba di Jepang pada Agustus lalu. Try out ke tempat kelahiran cabang olahraga bela diri ini ditujukan Pengurus Provinsi Persaudaraan Kempo Seluruh Indonesia (Pengprov Perkemi) Kalimantan Timur agar para kenshi kian matang untuk berlaga pada pesta olahraga akbar empat tahunan itu.
Lima hari yang sudah termasuk waktu keberangkatan dan pulang ke Negeri Sakura dimanfaatkan tim kempo Benua Etam untuk menyerap teknik sebanyak-banyaknya.
Pelatih kempo Kaltim Mansyur Junus menyebut, ada 24 kenshi yang dibawa ke Jepang ditambah lima pelatih. Banyak masukan yang didapatkan dari pelatih yang ada di negara tersebut yang didapatkan para atlet. Masukan tersebut ditujukan pada penyempurnaan gerakan maupun perbaikan teknik masing-masing atlet.
“Yang pasti masukan yang didapatkan jadi motivasi atlet untuk bertanding di Aceh nanti,” kata Mansyur kepada Korankaltim.com Senin (2/9/2024).
Kempo Kaltim akan bertanding mulai 17 sampai 20 September di Aceh dengan mengikuti 12 nomor tanding yaitu embu dan dua nomor randori. Sepulang dari Jepang dirinya optimistis atlet yang ada hanya perlu melakukan penyempurnaan sedikit. Saat ini sudah 100 persen kesiapan, tinggal diperhalus saja agar lebih sempurna tekniknya.
Menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) selama enam bulan, kemudian perjalanan ke Jepang, ditambah mendekati jadwal tanding, Mansyur mengaku fisik atlet dalam kondisi yang fit dan prima. “Insha Allah atlet siap untuk bertanding fisik, mental dan teknik,” tegasnya.
Kebetulan wasit dari Jepang yang nanti akan terlibat di PON. “Ada wasit dari Jepang di PON nanti, mereka melihat tekniknya, memperbaiki yang masih kurang. Pokoknya 12 nomor embu itu diperhatikn,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur