Dengan melihat persiapan dan kekuatan yang sudah dilakukan kontingen Kaltim juga memantau kekuatan daerah lain, Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Indonesia yang sebelumnya bernama LeKOP Kalimantan Timur memprediksi posisi yang diinginkan tersebut bisa terwujud.
Ketua LeKOP Indonesia Iman Surya didampingi Sekretaris Hendry Ismawan dan Bendahara Rohadi kepada Korankaltim.com Rabu (28/8/2024) hari ini menjelaskan, sekitar 25 sampai 27 keping emas bisa didapatkan atlet-atlet Kalimantan Timur pada PON XXI/2024 dari beberapa cabang olahraga berdasarkan beberapa aspek pendukung.
“Kami sudah melakukan kajian mulai dari BK (Babak Kualifikasi) PON tahun 2023 lalu sampai pada peta kekuatan masing-masing cabang olahraga. Dari kajian itu setidaknya LeKOP Indonesia memprediksi sekitar 25 sampai 27 keping emas bisa didapatkan Kaltim dan bisa menembus posisi 5 Besar, bersaing dengan provinsi kuat lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah,” ujar Iman.
Namun yang perlu diwaspadai Kaltim menurutnya adalah kekuatan tuan rumah yang sudah pasti ingin berada di posisi atas, baik itu Aceh maupun Sumatera Utara. “Pada PON XX di Papua tahun 2021 posisi Kaltim terlempar ke urutan ke7 karena ada Papua dan Bali yang ada di peringkat 4 dan 5. Nah hal-hal seperti itu yang harus diperhatikan Kaltim pada PON bulan depan,” ucap Iman lagi.
Beberapa cabang olahraga yang bisa jadi andalan untuk meraih medali emas itu diantaranya layar, kempo, anggar, angkat berat dan angkat besi, gulat, hoki, kriket, dance sport, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat dan taekwondo, sementara kemungkinan cabang olahraga yang masih baru namun berpotensi meraih emas diantaranya sambo dan kabaddi.
“Waktu kurang dari dua pekan sebelum berangkat ke PON, seluruh atlet harus memaksimalkan persiapan mereka agar peak performance bisa didapatkan pada ajang itu. Kami optimistis dengan persiapan yang matang, Kalimantan Timur dapat mencapai target 5 Besar. Kerjasama antara atlet, pelatih, panitia dan pemerintah sangat penting untuk mencapai tujuan itu,” kata Iman.
LeKOP Indonesia yang dibina mantan pengurus KONI Kaltim H Achmad Husry ini juga sudah membuat tabel kategori kekuatan Kaltim yaitu excellent atau luar biasa, baik, sedang, rendah dan sangat rendah, yang dari situ bisa diukur bagaimana kekuatan provinsi ini nantinya. “Sama seperti unggulan, andalan dan harapan, mereka yang berada di kategori excellent prediksi kami bisa mendapat emas, begitu pula di kategori baik. Harapan LeKOP Kaltim mereka yang ada di kategori sedang dan rendah bahkan sangat rendah bisa menyumbang medali emas juga,” paparnya.
Hasil dari BK PON 2023 lalu bisa jadi perbandingan kekuatan Kaltim sesungguhnya dimana saat itu atlet-atlet Kaltim meraih 88 medali emas dan berada di posisi 4 Besar. Dukungan psikologis dan motivasi termasuk jadi bagian penting untuk mewujudkan keinginan menembus lima besar tersebut.
“Atlet berprestasi ditingkat internasional berpeluang besar mendapat mendali emas. Disamping itu Kaltim juga memiliki dukungan baik dari pemerintah daerah dan stakeholder lainnya sebagai pemantik semangat dan daya juang untuk mencapai prestasi,” katanya lagi.
Pemusatan latihan atau training center (TC) Sentrasisasi yang dilakukan KONI Kaltim mampu memberikan peningkatan berbagai aspek diantaranya dari segi teknis dan pendukung lainya. Yang perlu diingat menurut LeKOP, Kalimantan Timur memiliki rekam jejak yang kuat dalam perolehan medali pada PON sebelumnya, termasuk posisi 5 besar pada PON 2012 dan 2016.
“Prestasi Kaltim pada PON-PON sebelumnya cukup signifikan. Dengan sarana dan prasarana penunjang latihan yang bagus dan lengkap tentu tinggal bagaimana melihat hasilnya di Aceh dan Sumut nanti,” tutup Iman.
Editor: Aspian Nur