Rombongan atlet, pelatih dan ofisial berangkat dari Samarinda Senin (19/8/2024) hari ini dengan terlebih dahulu dilakukan pelepasan dilakukan secara simbolis di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim Jalan Kesuma Bangsa.
Pelatih kempo Kaltim Mansur Junus menjelaskan, ada 24 kensho dan enam pelatih yang berangkat ke Jepang dan akan memantapkan teknik. “Kami bertemu dengan suhu kempo disana, jadi kalau ada yang kurang bisa diperbaiki, dimantapkan supaya atlet semakin percaya diri saat tampil di PON,” papar Mansur. “Ada wasit Jepang juga yang akan menilai, jadi kalau ada teknik yang kurang, bisa diperbaiki agar mereka bisa tampil maksimal saat di PON,” imbuhnya.
Dirinya menyerahkan sistem latihan kepada Jepang karena sampai dilokasi, barulah pihaknya bakal berkoordinasi dengan sihan atau guru besar). Tim pelatih juga akan meminta jam-jam khusus untuk praktik bersama. Nantinya tuan rumah yang bakal menilai dan saling berkomunikasi untuk dijadikan bahan evaluasi. “Insha Allah kami seminggu di Jepang, berangkat hari ini sampai disana besok, Rabu lusa dan hari Kamis kami diberikan waktu memperbaiki teknik,” ucap Mansur.
Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras pada kesempatan itu menjelaskan sebelumnya mereka sempat merasa khawatir saat para pelatih mengajukan untuk lakukan try out di Jepang mengingat perjalanan yang cukup jauh, ditambah lagi dengan PON Aceh dan Sumut yang semakin dekat. “Sebelum try out ke Jepang kami sempat memanggil beberapa pengurus kempo karena jadwal mereka yang berubah dan itu sempat membuat kami sangat khawatir,” jelasnya.
“Kalau secara pribadi saya tidak akan berikan izin ke Jepang karena baru kembali tanggal 25 Agustus, saya khawatir recovery-nya tidak bisa maksimal, tapi semua pelatih menegaskan sanggup,” ungkap Rusdi.
Setelah dari Jepang diharapkan ada hasil pada PON yang mana kempo akan bermain di Banda Aceh, menyumbangkan emas, seperti di babak kualifikasi di Surabaya, Jawa Timur.
Editor: Aspian Nur