Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim Zairin Zain menyebut, konsep dari akademi ini nantinya para atlet akan menjalani aktivitas sehari-hari di asrama atlet yang terletak di Gelora Kadrie Oening Jalan Wahid Hasyim, Sempaja.
“Nanti makannya sudah ditanggung dan disitu bakal diperhatikan gizinya, kalori hariannya, susu dan vitamin, semua terjamin,” kata Zairin kepada Korankaltim.com Selasa (23/1/2024).
Di akademi tersebut, anak-anak usia sekolah mulai SD hingga SMP akan berlatih kurang lebih 4 jam sehari sesuai dengan cabang olahraga (cabor) masing-masing yang tentu saja masih di kawasan Gelora Kadrie Oening.
Pola hidup disiplin bakal diterapkan, diantaranya larangan membawa ponsel dan jadwal aktivitas yang sudah tersusun. “Handphone tidak boleh bawa tapi kami siapkan kalau memang mau menelepon orangtuanya, diberi waktu saat istirahat, sehingga komunikasi dengan keluarganya tidak putus,” urainya.
Setidaknya akan ada 12 cabor yang mengisi akademi ini. Di mana, masing-masing cabor akan melibatkan 6 pengawas yang sekaligus pelatih juga.
Evaluasi juga terus dilakukan mengingat bakat dan kemampuan yang diutamakan. “Setiap bulan dilakukan evaluasi, sehingga kalau ada yang poinnya berkurang atau selama di akademi dia tidak menyumbang prestasi apapun, akan diganti dengan cadangannya,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma menjelaskan, dalam pembagian presentase akademik dan olahraga sebanyak 70:30, rinciannya, 70 persen bakal difokuskan untuk olahraga sementara untuk akademik hanya 30 persen. Dirinya juga sudah menekankan hal tersebut dalam proses pembentukkan akademi.
“Kalau untuk itu sudah saya tekankan pada DBON, latihan harus 70 dan akdemik 30. Jadi mereka istimewa karena kan fokusnya diolahragam” ujar Agus.
Untuk masalah sekolah, beberapa SD dan SMP yuang ada disekitar kawasan Sempaja sudah dikumpulkan untuk menampung beberapa atlet yang masuk dalam akademi.
Bahkan untuk pelaksanaan ujian para atlet muda tersebut akan diberikan waktu khusus karena mengingat mereka bakal disibukkan dengan jadwal latihan.
Editor: Aspian Nur