Program ini merupakan instruksi dari Pengurus Besar (PB) PRUI, yang mengacu pada World Rugby dengan menggunakan teknologi informasi (TI) sebagai modul.
Koordinator Program Rugby Masuk Sekolah Wilayah Kalimantan Timur Muchlas Ruliansyah kepada Korankaltim.com Senin (8/1/2024) hari ini menjelaskan, dari World Rugby untuk wilayah Asia hanya Indonesia dan India yang mendapatkan program ini.
“PB PRUI meneruskan ke masing-masing pengurus di daerah, diteruskan lagi ke pengurus kota dan kabupaten,” ujar pria yang akrab disapa Ruli itu.
Waktu pelaksaan menjalankan program ini di Benua Etam disebutnya molor, lantaran ada tahapan sertifikasi karena masing-masing sekolah diambil satu pelatih untuk meneruskan program Rugby Masuk Sekolah ini.
Setiap pelatih diwajibkan mengikuti pelatihan mulai dari ujian online dari World Rugby, jika sudah lolos diwajibkan menganbil enam mata pelajaran (sesi). “Kalau lolos atau mendapatkan sertifikasi baru dia bisa mendapatkan fasilitas dari pusat. Jadi agak alotnya disitu, sebetulnya sudah berlangsung sejak bulan November 2023 lalu dan baru di Januari 2024 ini kami bisa melakukan kunjungan ke sekolah, karena baru masuk sekolah juga kan,” ucap Ruli lagi.
Saat ini sudah ada delapan sekolah yang telah dikunjungi dan terus berjalan ke beberapa sekolah-sekolah lainnya. Bahkan diketahui, ada beberapa sekolah yang siap memasukkan rugby dalam ekstra kulikuler.
Editor: Aspian Nur