Berbeda dengan kejurprov yang pertama dan kedua yang dipusatkan di Kota Samarinda, untuk kegiatan ketiga ini Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, dipilih jadi pelaksana dimana ada tiga cabang olahraga masing-masing akuatik, dayung dan panjat tebing.
Ada 576 atlet usia dini berlaga, masing-masing 345 atlet mengikuti cabang olahraga akuatik yang dipusatkan di Kolam Renang Putri Junjung Buyah Kompleks Stadion Rondong Demang, 111 atlet dayung berlomba di kawasan Sungai Tenggarong Jembatan Besi samping Gedung Wanita Kawasan Kedaton Museum Mulawarman dan 120 atlet berlomba di panjat tebing yang berlangsung di bawah Jembatan Kutai Kartanegara.
Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim Zairin Zain mengatakan kejurprov yang dilaksanakan di Tenggarong pada pekan ini adalah tahapan yang ketiga dari 17 cabor yang dipertandingkan bergiliran se-Kaltim dan berlangsung tiga hari mulai 22, 23 dan 24 Desember ini.
"Kejuaraan ini sebagai dasar kami untuk memilih para atlet dari tiga cabang olahraga, yang berprestasi nantinya akan kami catat sebagai atlet Kaltim yang dibina dan diikutkan pada kejuaraan nasional," kata Zairin Zain.
Diharapkan selama pelaksanaan di Tenggarong ini, ratusan atlet yang berasal dari seluruh kabupaten kota se-Kaltim ini tetap menjunjung tinggi sportifitas. "Yang berprestasi kami catat di DBON Kaltim, mereka ini akan kita eksibisi uji tanding nasional terutama anak-anak usia 13-15 tahun, seperti kemarin ada atlet angkat besi menjuarai umum kejurnas di Bogor kami beri bonus, pastinya kalau kami kirim ke kejurnas dan berprestasi terutama medali emas pasti diberi bonus, ini sebagai penyemangat bagi atlet-atlet lainnya agar terus giat berlatih dan mampu berprestasi terus," papar Zairin.
Kejurprov garapan DBON Kaltim ini dibuka secara resmi Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kusuma mewakili Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik.
"Terimakasih atas keikutsertaan seluruh atlet, pelatih dan ofisial. Kejuaraan ini bukti pemprov hari ini hadir mendukung upaya pembinaan yang dilakukan oleh kawan-kawan DBON dan cabor, diharapkan ini menjadi momentum melakukan pembinaan usia dini di seluruh kabupaten kota se-Kaltim," kata Agus.
Editor: Aspian Nur