Dialah M Angkasa Ab, atlet berusia 10 tahun, murid SDN 022 Tenggarong, Kutai Kartanegara yang meraih predikat Petarung Harapan pada kejuaraan yang digagas Pengurus Kota Muaythai Indonesia (Pengkot MI) Balikpapan dan Scako Sparing Night (SSN) ini.
Adapun petarung yang berlaga berasal dari beberapa camp atau sasana, diantaranya Beruang Madu Camp, Balikpapan Figting Club, Knock Out Camp, NWC, Boston, ABS, HOM, Muaythai Paser, Muaythai Berau, NBC PPU dan Arkan Camp Kutai Kartanegara.
Pelatih Muaythai Kutai Kartanegara Rony Abdurahman yang juga pelatih Angkasa berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan kepada para petarung.
"Angkasa memang layak mendapatkan penghargaan sebagai petarung harapan karena memang merupakan atlet termuda dan mempunyai berat badan yang paling ringan serta nilai juang bertarungnya yang tak pernah mundur," ujar Rony kepada Korankaltim.com Kamis (23/11/2023) hari ini.
Tidak hanya berprestasi dibidang non akademik, Angkasa yang dibina Arkan Camp Kutai Kartanegara juga selalu mendapatkan ranking atau juara di kelasnya. "Harapan ke depan kejuaraan-kejuaraan seperti ini terus ada, agar terus lahir petarung-petarung yang bisa mengharumkan Kaltim di tingkat nasional dan internasional," harap Rony.
Pada kejurprov tersebut ada 51 partai amatir selama 3 hari dari penyisihan, semi final dan final. Juara umum kategori junior dari Muaythai Paser, Juara Umum Senior dari BFC (Balikpapan Fighting Club), The Best Fighter Senior Man dari Berau atas nama Herwin kelas 75 kilogram, The Best Fighter Junior Man atas nama Al Ghifary dari NWC, The Best Fighter Senior Women Nurlisa dari NBC PPU, Favorite Fighter Linda dari Knock Out Camp serta M Angkasa Ab dari Arkan Camp Kukar yang mendapat predikat Petarung Harapan.
Ketua MI Balikpapan Muhammad Reza Alexander menyebut petarung yang terpilih sebagai petarung terbaik, favorite serta harapan memang layak mendapatkan penghargaan karena dinilai dari perjuangan mereka yang telah diperlihatkan pada kejuaraan ini oleh juri.
Editor: Aspian Nur