“Target kami hari ini memang cuma targetkan tiga emas, dua perak dan satu perunggu. Dengan satu rekor baru yang dibutukukan Guntur, tentu sudah bagus. Besok kami targetkan tujuh medali emas,” kata Slamet Jauhari, manajer tim renang Indonesia.
Indonesia masih bertahan di puncak klasemen sementara cabang renang ASEAN Para Games IX/2017 Malaysia. Total renang Indonesia mengoleksi 14 emas, enam perak, dan lima perunggu. Vietnam mengekor di tempat kedua dengan total delapan emas, sembilan perak dan lima perunggu. Kemudian diikuti Myanmar dengan lima emas, lima erak dan empat perunggu.
Menjadi yang terbaik semula tak dibayangkan oleh Menaser. “Sebenarnya saya tak ditargetkan sama sekali di nomor ini. Ini puji tuhan, saya tak menyangka bisa juara. Padahal waktu latihan waktu terbaik saya cuma 01.09 menit. Sekarang saya bisa mempat detik lebih cepat,” tuturnya di bibir kolam renang National Auatic Centre, Bukit Jalil Sports City.
Anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Septinus Numberi dan Levina Wanggai ini mengaku targetnya di nomor gaya bebas 50 meter yang akan dipertandingkan, Kamis (21/9) besok. Dia memiliki catatan waktu terbaik 28.28 detik. “Di ASEAN Para Games Singapura 2015 saya kebagian perak di nomor 50 dan 100 meter gaya bebas. Sekarang saya ingin memperbaikinya menjadi emas,” tekad Maneser yang pada APG 2013 mendapat medali emas 50 gaya bebas.
Menaser mengaku raihan di Malaysia ini untuk modal Asian Para Games 2018 di Jakarta. Sekaligus mengangkat roda kehidupan keluarganya. Meski anak paling ‘bontot’ dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Karena itulah anak nelayan ini menekuni olahraga renang. (sdc)