Menurut rencana kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang juga Ketua Tim Koordinasi DBON di daerah pada 17 Oktober.
Kepala Sekretariat Pelaksana DBON Kalimantan Timur H Zairin Zain menjelaskan, untuk kegiatan olahraga industri DBON Kalimantan Timur melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kalimantan Timur untuk memeriahkan kegiatan.
“Pelaku UMKM kami undang untuk terlibat dalam kegiatan ekspo sejak pembukaan kegiatan 17 Oktober hingga selesai, mereka akan mengisi stan yang menjual produk dan kuliner, termasuk juga pengurus cabang olahraga kami minta menjual merchandise olahraga, pernak-pernik olahraga dan lain sebagainya,” kata Zairin.
Untuk olahraga industry berupa ekspo ini ditempatkan di depan Hotel Atlet Sempaja, begitu juga dengan olahraga masyarakat berlangsung di kawasan tersebut dan DBON Kalimantan Timur melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kalimantan Timur. Kormi akan menggelorakan olahraga masyarakat dalam kegiatan ini.
“Kormi akan secara masif menampilkan olahraga yang selama ini popular masyarakat seperti senam jantung sehat, aerobic juga olahraga tradisional. Tujuan utamanya jelas, mengajak seluruh masyarakat berolahraga agar sehat dan bugar. Kormi juga masuk dalam pembinaan yang ada di DBON, karena itu mereka dilibatkan,” jelas Zairin.
Hotel Atlit Sempaja akan jadi pusat kegiatan yang dilaksanakan DBON Kalimantan Timur untuk pertama kalinya ini. Untuk olahraga prestasi berupa Kejuaraan Provinsi Kelompok Umum (Kejurprov KU) mempertandingkan tujuh cabang olahraga masing-masing tiga cabor akurasi yaitu atletik, senam dan panjat tebing, tiga lagi cabor combat atau bela diri yaitu taekwondo, pencak silat dan karate serta satu olahraga kategori permainan yaitu bulutangkis.
Di lantai dasar hotel yang sejak selesainya PON XVII tahun 2008 silam kala Kalimantan Timur jadi tuan rumah penyelenggara tak lagi difungsikan maksimal itu digelar tiga cabang olahraga yaitu taekwondo, pencak silat dan karate dengan panjat tebing di halaman depan hotel sementara atletik di lintasan atletik Stadion Madya dan bulutangkis di GOR Serba Guna.
Kejurprov KU mulai berlangsung tanggal 20, 21 dan 22 Oktober atau tiga hari. Ketujuh cabang olahraga yang dipertandingkan masuk dalam 14 cabang olahraga yang ada dibawah naungan DBON Kaltim.
“DBON Kalimantan Timur akan memaksimalkan Hotel Atlit Sempaja dan sekitarnya untuk pusat kegiatan kejurprov usia dini se-Kalimantan Timur Oktober mendatang, terutama di lantai dasar karena kami sudah melakukan survey disana dan bisa digunakan. Kawasan Gelora Kadrie Oening akan dibagi jadi enam lokasi pertandingan,” papar Zairin.
Tak ada perbaikan yang dilakukan di Hotel Atlit Sempaja karena semua pengurus cabang olahraga yang terlibat siap melakukan mobilisasi peralatan untuk bertanding. “Yang paling utama diperlukan adalah matras, selebihnya mobilisasi dari cabang olahraga yang bertanding dan mereka semua menyatakan siap. Kami dari DBON memfasilitasi, pengurus cabang olahraga yang menyiapkan fasilitas masing-masing,” imbuh Zairin.
Sampai saat ini DBON Kalimantan Timur juga masih menunggu proposal apa saja yang diperlukan pengurus dari tujuh cabang olahraga tersebut. “Yang sudah masuk proposalnya atletik dan pencak silat,” ucapnya.
Kejurprov KU mempertandingkan dua kategori yaitu kategori usia 9 sampai 12 tahun atau tingkat Sekolah Dasar (SD) dan kategori 13 sampai 15 tahun (tingkat Sekolah Menengah Pertama/SMP). “Mereka semua yang bertanding nol prestasi, jadi baru pertama kali ikut pertandingan, ini sesuai dengan misi DBON mencetak atlet usia dini berprestasi yang diharapkan sepuluh tahun atau dua puluh tahun ke depan bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkas Zairin.
Editor: Aspian Nur