Kunjungan ini sebagai bagian dari sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Raden Isnanta mengatakan DBON adalah program nasional yang diluncurkan oleh presiden yang sifatnya koordinatif mengkoordinir semua potensi yang terkait dengan pembangunan olahraga.
"Karena pembangunan olahraga tidak sebatas membangun prestasi saja tapi membuat bangunan budaya olahraga, bangunan membangun karakter bangsa melalui olahraga bahkan juga bisa mendongkrak ekonomi lewat olahraga jadi bapak presiden menginginkan tujuan besar dan visi besar itu dijalankan secara kolaboratif kalau di pusat ada sekitar 12 Kementerian lembaga terkait kemudian di dalamnya juga ada pemerintah Provinsi Gubernur dan Pemerintah kabupaten kota," kata Raden kepada awak media, disela sosialisasi pagi tadi didampingi Kepala Sekretariat DBON Kalimantan Timur Zairin Zain.
DBON ini disebutnya rencana besar yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan yakni seluruh bupati dan gubernur se-Indonesia karena yang ditangani dan akan dibuat bugar itu adalah rakyat Indonesia yang jumlahnya 270 juta lebih.
Di dalam 270 juta tadi ada anak muda yang potensial itu harus diperbanyak bibit-bibit yang potensial, DBON tujuannya itu kemudian karakter unggul dan sekolah-sekolah itu harus dibekali dengan jiwa-jiwa spirit bagus, spirit kerja keras semangat pantang menyerah, kerjasama disiplin sportif itu bagian dari tujuan pembangunan.
"Kalau itu semua jalan maka multiplayer efeknya adalah akan memacu pembangunan, pembangunan sehat bugar memacu bidang kesehatan pembangunan hubungan sosial di olahraga yang baik untuk di Kementerian Sosial membangun pelajar yang berkarakter sesuai tujuan pendidikan itu di olahraga juga bisa membangun infrastruktur supaya masyarakat bisa menikmati olahraga itu lewat kementerian PU itu juga membuat masyarakat tenang jadi termasuk semuanya jadi dampaknya yaitu banyak," papar Raden Isnanta.
DBON memang menginginkan semua itu bergerak oleh karenanya bukan hanya Dispora saja tapi ada dinas-dinas lain terkait ada juga masyarakat komunitas seperti KONI, KORMI, NPC dan pihak terkait yang semuanya memiliki peran masing-masing.
"Itulah tim koordinasi semua komponen itu tadi dijahit menjadi satu kekuatan. Jangan jalan sendiri-sendiri, karena banyak yang terlibat maka dibentuklah tim koordinasi kabupaten kota, harus bupati yang jadi pemimpin dan itu perintah Presiden lewat Perpres. Jadi Bupati menjadi ketua tim koordinasi kabupaten kota dan Gubernur menjadi ketua tim koordinasi provinsi ketua tetap harus pimpinan daerah. Semua tadi digerakkan karena KONI, KORMI, NPC itu bagian dari di dalamnya bukan persaingan, itu adalah sebuah komponen-komponen yang dirangkul menjadi satu kekuatan," tegas Raden Isnanta.
Hadir pada kegiatan tersebut Asisten III Setkab Kukar Totok Heru Subroto mewakili bupati didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni bersama perwakilan perangkat daerah teknis, Ketua KONI Kukar Rahman, Ketua KORMI Kukar, Perwakilan National Paralympic Commite (NPC) Kukar dan perwakilan pengurus cabang olah serta akademisi Kampus Unikarta.
Editor: Aspian Nur