Langkah tersebut merupakan upayanya untuk memajukan basket di 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim. Kemajuan tidak hanya di bidang prestasi tetapi juga di bidang pembinaan.
"Selama ini yang saya lihat lapangan basket yang tersedia ini sedikit, jadi otomatis peminatnya juga pasti sedikit," ungkap Darwin, pada Korankaltim.com, Sabtu (27/5/2023).
Darwin berharap ada perhatian lebih pada cabang olahraga (cabor) basket dari pemerintah provinsi (Pemprov) terkait hal ini.
Oleh karenanya, apabila nanti dirinya secara sah sudah menahkodai Pebasi Kaltim, Darwin akan berkoordinasi dengan pengurus kabupaten/kota untuk merealisasi pembangunan lapangan basket tersebut.
"Kita akan membangun lapangan sebanyak-banyaknya. Seperti di Vietnam, terdapat banyak lapangan basket, sehingga disana banyak digemari, bahkan anak-anak bangun tidur sudah bisa main basket, itu yang saya tuju," ungkapnya.
Sehingga yang menjadi fokusnya adalah pembinaan pemain 3-4 tahun kedepannya, lalu setelahnya barulah bisa mencari dan menentukan pemain potensial.
Dari situ akan dilatih mulai dari mental, fisik (jasmani) yang akan disentralisasi basket yang sudah disiapkan.
Editor: Rusdianto